Sabtu, 23 November 2013

MENYOAL ORIENTALISME "antara pro dan kontra"

Abstrak
Berbicara tentang “orientalisme” memanglah sangat menarik apabila kita tarik ke dalam ranah kajian keislaman, sekalipun diskursus ini terdapat pro kontra di internal Islam sendiri. Di satu sisi ada pihak yang menerima akan peran orientalis itu sendiri, namun di sisi yang lain ada juga pihak yang antitesa terhadap orientalisme ini.
Menurut hemat penulis, bahwa kajian orientalisme ini wajar apabila terdapat pro dan kontra, karena memang ada orientalis yang mempunyai kontribusi besar terhadap Islam, dan adapula orientalis yang hanya menjadikan proyek utamanya ini melakukan kritik pedas terhadap Islam, baik dalam kajian hadis, al-Qur’an dan kajian keislaman yang lainnya.
Akan tetapi penulis juga diplomatis dalam menyikapi masalah ini tentang pendapat penulis yang sangat sederhana ini. Dalam artian, penulis sangat mengapresiasi para orientalis yang telah meluangkan waktu, tenaga dan fikirannya hanya untuk kepentingan agama Islam yang juga termasuk agama penulis sendiri.
Seperti weinsinck misalnya, menurut hemat penulis dia mempunyai kontribusi yang sangat besar sekali terhadap Islam. Dengan seluruh kapasitas intelektual dan ide cemerlangnya dia menulis karya yang sangat monumental dan bermanfaat bagi Umat Islam terutama bagi orang-orang yang bergelut di dalam kajian hadis, dan khususnya bagi penulis yang saat ini concern pada kajian hadis selama di bangku kuliah yaitu dengan mu’jam al-Mufahrosnya.
Dengan demikian adapula orientalis yang concern terhadap otikritik kajian keislaman. Ignaz Goldziher misalnya, yang selalu meragukan otentisitas hadis (teks sekunder) yang kemudian proyeknya dilanjutkan oleh Joseph Schacht dan joynboll, dengan mengatakan bahwa hadis itu baru popuer pada akhir abad ke-2 Hijriyah karena pada saat itu intelektual Muslim baru muncul, dan hadis itu baru terkodifikasi pada awal ke-3 Hijriyah pada era Imam Bukhori Dkk.
Jadi, kesimpulan penulis cukup sederhana tentang bagaimana orientalisme dalam kajian Islam. Yaitu jangan mempermasalahkan para orientalis karena telah mengkritik Islam, akan tetapi bagaimana kita menyikapinya dengan bijak dan berhati-hati terhadap kritikan mereka.
Dan juga jangan memandang sebelah mata terhadap para orientalis, karena tak semua para orientalis ini mempunyai misi ingin menghancurkan Islam. Bahkan ada orientalis juga yang merasa ironi terhadap umat Islam yang saat ini sudah apatis terhadap ajarannya sendiri.
Dan yang terakhir anjuran penulis adalah jangan hanya kontra terhadap kritikan para orientalis, akan tetapi yang harus diperhatikan oleh umat muslim adalah bagaimana kita menyaingi bahkan mengalahkan mereka yang sudah menyumbangkan karya monumentalnya terhadap Islam seperti weinsinck yang telah paparkan di atas tadi.
To be continued….


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar