Jumat, 04 Oktober 2013

AKU KE JAKARTA INGIN KULIAH BUKAN INGIN JALAN-JALAN

            Nak…… kamu belajar yang rajin yah…!!
            Tanpa kau suruh dank kau pinta, Do’a ibu di sini selalu mengalir deras untukmu nak…!!
            Jaga kesehatanmu nak…!!
            Begitu tutur Ibuku saat sebelum aku beranjak dari tanah subur dan tentram tempat aku tumbuh besar dan dewasa menuju kota yang katanya “metropolitan”, tak lain dan tak ada tujuan selain menuntut ilmu.
            Terima kasih UIN Jakarta…
            Terima kasih Ushuluddin…
            Terima kasih Aqidah Filsafat…
            Kau telah mau menerima muka kusut, jamuran  dan kampungan ini di penjara sucimu. ku tegapkan langkahku, ku luruskan niatku, ku kepalkan tanganku dan ku taruh mimpiku di dahiku agar ku selalu teringat pada mimpiku itu kemanapun aku melangkah.
            Hai Ushuluddin…
            Hai Aqidah Filsafat…
            Aku merasa tercengang dan bertanya-tanya seraya bertengadah ke langit. Mengapa saat aku masuk ke penjara sucimu itu kau seakan meruntuhkan mimpi suciku dan nasehat ibuku.
            Aku ingin menuntut ilmu, bukan ingin menikmati program kerjamu yang menurutku tak ada gunanya itu.
            Ada program kerja yang katanya bernama “ta’ruf” di Jurusan Aqidah Filsafat yang diadakan oleh BEM Jurusan Aqidah Filsafat dengan sumbangan 60 ribu. Mungkin aku masih menerima akan hal itu dan itu berguna bagiku, karena aku butuh teman dan kenal sesama mahasiswa baru di jurusanku
            Tak lama kemudian, aku mendengar informasi kembali ada program “ta’aruf” yang katanya diadakan oleh BEM Fakultas Ushuluddin, dengan mengatakan “jalan-jalan ke pulau seribu”. Hatiku mulai memberontak dan merasa resah akan informasi itu.
            Kapan aku menuntut ilmu…??
            Kapan aku menaati nasehat ibuku…??
            Mau dibawa kemana impianku…??
            Ke pulau seribu…??
Ini suara benakku…
Sebagai mahasiswa baru…
Tolong dengarkan itu…

04 Oktober 2014, Di gubuk sederhanaku

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar