Jumat, 27 September 2013

GARUK KEPALA, PADAHAL TAK ADA KUTU DI KEPALA



Kalimat syukur tak lupa ku panjatkan kepada Allah Semata saat aku melihat namaku tercantum dalam daftar peserta yang lulus beasiswa BLU di Fakultas Ushuluddin Jurusan Perbandingan Agama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Tak lupa pula kubersimpuh dan bersujud atas nama Syukur kepada-Nya.
Dengan perasaan riang dan gembira kulengkapi semua persyaratan yang telah diperintahkan oleh panitia OPAK Fakultas Ushuluddin, mulai dari disuruh membawa tanaman dan memakai aksesoris khas Ushuluddin sebagaimana aksesoris khas Mahasiswa Baru di Fakultas lainnya.
Perlahan, tanpa kusadari hatiku bertanya untuk apa semua itu??, tapi pertanyaan itu aku anggap bak angin yang hanya menyapa.
Adapula kakak panitia yang menyodorkan kertas berisi lagu yang wajib dihafalkan oleh semua Mahasiswa Baru. Pelan-pelan dengan perasaan gembira aku hafalkan lagu itu.
Tapi, hatiku mulai bertanya lagi saat aku mengikuti upacara OPAK di lapangan UIN Jakarta, kenapa mayoritas lirik lagu dari berbagai fakultas hampir saja sama, mulai dari nada dan kalimatnya?? “Ushuluddin Dakwah kita saudara” “Syari’ah hitam, Tarbiyah hijau”. Ada apakah itu?? Dan warna apakah itu??
Demikian pula mengapa saat aku mengikuti rangkaian acara OPAK seharian tanpa ada makanan kecuali segelas air saat upacara di lapangan??, padahal teman-temanku di Fakultas lain, mereka semua mendapat suguhan makanan dari panitia.
Yang paling lucu, saat kulihat ada salah satu panitia yang katanya dia adalah Presiden Jurusan Tafsir Hadits, selalu merebut mic dari kakak yang agak berbibir hitam. Siapakah yang berhak memegang mic itu?? Dan siapakah yang berhak mempunyai kesempatan berbicara di depan mahasiswa baru??
Dan yang paling mengiang dalam benakku, mengapa Presiden Jurusanku tak pernah kulihat keelokan wajahnya dan berbicara di depan Mahasiswa Baru lainnya??, atau Presiden Jurusanku bagai Harimau yang sengaja Panitia ikat agar tak menggigit mangsanya??.
Kemanakah Presidenku….??
Yatimkah aku….??
Atau, dibohongikah aku….??
Maka, garuk-garuklah aku…..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar