Minggu, 29 September 2013 1 komentar

TANTE PENCABUL MAHASISWA BARU

PENCABULAN KARAKTER” 

Ya mungkin kata itulah yang tepat santapan bagi Mahasiswa Baru tahun ini
Kemana mereka dibawa pergi…??
Apa yang mereka suguhi…??
Tanpa mereka sadari
Namun mereka sedang dibodohi

            Wajahmu memang menawan, wajahmu memang mempesona, tapi hatimu bak sampah yang membusuk di kolong jembatan itu. Rasa takutmu akan kehilangan mahasiswa baru nan polos itu membuatmu menghalalkan segala cara, kemanakah keelokan wajahmu itu?? Kemanakah kemolekan tubuhmu??. Sekarang hanya tinggallah kelakuan busukmu itu.

            Hai tante…!!
Jangan mengeluarkan angin, bila kau masih takut masuk angin…!!
jangan  memandang keelokan matahari, bila kau masih silau menatapnya…!!

Aku mengerti mungkin kau dan kanda-yundamu itu kehausan karena tak meneguh air bertahun-tahun, tapi dulu kita memberimu air. Tapi sekarang setelah kau dapatkan air itu, kalian tak pernah memberiku kesempatan untuk menatap bagaimana keindahan dan kejernihan air itu.

Hai tante…!!
Dimana hakku…??
Dimana kesempatanku…??
Bolehkah aku menatap spiritualitas dan antusiasme mereka yang masih polos itu…??
Kapankah itu…??
Aku mohon tante…!!
angkatlah sperma jernih itu di rahimmu…!!
Ambillah benih-benih mereka di lubang kehormatanmu…!!

JANGANLAH KAU CABULI MEREKA DENGAN TUBUHMU YANG EKSOTIS ITU…!!


AKU TAK AKAN MEMBIARKAN HORMON BUSUKMU MENYATU DENGAN SPERMA SUCI ITU…!!



                                                                               29, September 2013
Sabtu, 28 September 2013 1 komentar

AKSARA DI SINI KITA SAUDARA

SAYONARA

Berat terasa kaki melangkah
Untuk meninggalkan adik semua
Sedang jasamu begitu berarti
Tertanam kuat di hati
Tanpa terasa tanpamu adik
Namun hari memaksa kami tuk pergi 
Membawa amanah suci 
Menuju ridho ilahi

Adik...... maafkanlah....
Adik...... restuilah....

Sayonara selamat tinggal adik-adikku
Sayonara selamat jalan adik-adikku
Sayonara terimalah salam dari kami

1. Namaku si Botel alias Ali Ganteng


2. Namaku si pokcoy alias Rasyidi

3. Namaku si Tri stepler

4. Namaku Uyung

5. Namaku Ade Irwan


6. Namaku Amax's dekudo


7. Namaku Masdam Noor


8. Namaku si Kuplek alias abenk


9. Namaku si Haji Maher alias Fauzi bin bu Azizah


10. Namaku si Bul Bul Ependi alias Ali Ekonomi


11. Namaku si Blacky


12. Namaku Dhadut alias si Bagong


13. Namaku  iin


14. Namaku si Tami alias Nyai


15. Namaku si Ina


16. Namaku si Lika


17. Namaku Neneng si (Ana Lupa)


18. Namaku si Mpok alias Ulva


Kami bangga pernah menjadi bagian dari CISARUA....!!!
Jumat, 27 September 2013 0 komentar

GARUK KEPALA, PADAHAL TAK ADA KUTU DI KEPALA



Kalimat syukur tak lupa ku panjatkan kepada Allah Semata saat aku melihat namaku tercantum dalam daftar peserta yang lulus beasiswa BLU di Fakultas Ushuluddin Jurusan Perbandingan Agama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Tak lupa pula kubersimpuh dan bersujud atas nama Syukur kepada-Nya.
Dengan perasaan riang dan gembira kulengkapi semua persyaratan yang telah diperintahkan oleh panitia OPAK Fakultas Ushuluddin, mulai dari disuruh membawa tanaman dan memakai aksesoris khas Ushuluddin sebagaimana aksesoris khas Mahasiswa Baru di Fakultas lainnya.
Perlahan, tanpa kusadari hatiku bertanya untuk apa semua itu??, tapi pertanyaan itu aku anggap bak angin yang hanya menyapa.
Adapula kakak panitia yang menyodorkan kertas berisi lagu yang wajib dihafalkan oleh semua Mahasiswa Baru. Pelan-pelan dengan perasaan gembira aku hafalkan lagu itu.
Tapi, hatiku mulai bertanya lagi saat aku mengikuti upacara OPAK di lapangan UIN Jakarta, kenapa mayoritas lirik lagu dari berbagai fakultas hampir saja sama, mulai dari nada dan kalimatnya?? “Ushuluddin Dakwah kita saudara” “Syari’ah hitam, Tarbiyah hijau”. Ada apakah itu?? Dan warna apakah itu??
Demikian pula mengapa saat aku mengikuti rangkaian acara OPAK seharian tanpa ada makanan kecuali segelas air saat upacara di lapangan??, padahal teman-temanku di Fakultas lain, mereka semua mendapat suguhan makanan dari panitia.
Yang paling lucu, saat kulihat ada salah satu panitia yang katanya dia adalah Presiden Jurusan Tafsir Hadits, selalu merebut mic dari kakak yang agak berbibir hitam. Siapakah yang berhak memegang mic itu?? Dan siapakah yang berhak mempunyai kesempatan berbicara di depan mahasiswa baru??
Dan yang paling mengiang dalam benakku, mengapa Presiden Jurusanku tak pernah kulihat keelokan wajahnya dan berbicara di depan Mahasiswa Baru lainnya??, atau Presiden Jurusanku bagai Harimau yang sengaja Panitia ikat agar tak menggigit mangsanya??.
Kemanakah Presidenku….??
Yatimkah aku….??
Atau, dibohongikah aku….??
Maka, garuk-garuklah aku…..
 
;