Sabtu, 25 Mei 2013

BAK “ADOLF HITLER” DI AWAL REZIM


“Paling semangat pertamanya doank”, begitu tutur mayoritas orang bila merasakan pemerintah yang baru jadi, tapi ini seakan terbalik, bukan kesemangatan yang dirasakan di awal menjabat, kepincangan demokrasi di ranah kampus, ntah bisa dibilang otoriter di abad modern atau sence of belonging terhadap satu partai saja.
            Ekstern boleh saja kita berekspresi tanpa batas, tapi dengan segala hormat dan rasa ta’dzim katakan “no” bila sudah masuk di ranah kampus.
            Kepincangan demokrasi ini bisa kita rasakan saat PEMIRA DEMA kampus kemaren, seakan angin lewat tanpa mengucap salam dan tiba-tiba masuk angin dan kedinginan. Delegasi dari fakultas ushuluddin yang mempunyai hak suara hanya milik dan ditunjuk oleh beliau saja tanpa ada kordinasi kepada BEMJ terlebih dahulu. Padahal ini adalah langkah awal khususnya untuk ushuluddin lebih baik kedepannya dan untuk UIN JKT pada umumnya.
            Maka dari itu, mari bersama luruskan niat, tetap melangkah, bismillah, dan insya Allah barokah….
“justice is our priority”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar