Senin, 10 Oktober 2011

FILSAFAT PLATO

PEMBAHASAN
A. Latar belakang kehidupan Plato
Plato adalah seorang filsuf yang sangat berpengaruh di Yunani. Dia adalah murid Socrates yang sangat cerdas sekali. Kelahirannya belum diketahui dengan pasti oleh orang-orang, ada yang mengatakan dia lahir di Athena ada juga yang mengatakan dia lahir di pulau Aegina. Demikian juga dengan tahun kelahirannya ada yang mengatakan dia lahir pada tahun 427 SM. Plato berasal dari keluarga Aristokrat Athena, dimana keluarga tersebut turun temurun yang sangat berperan sekali dalam politk Athena.
Namanya bermula ialah Aristokles. Plato namanya kemuniasiaan yang diberikan oleh gurunya bermain senam ia memperoleh nama tersebut disebabkan bahunya yang lebar.
Plato belajar kepada Sokrates sejak umur 20 tahun, dengan metode soal jawab gurunya (Sokrates), dia sangat puas sekali belajar kepadanya, hingga semakin hari semakin mendalam ilmuanya. Ia menjadi murid Socrates yang sangat setia sampai pada akhir hidupnya Sokrates tetap menjadi pujangganya.
Pada umur 40 tahun Plato pergi ke Italia dan Cicilia, untuk belajar ajaran Pythagoras, di sana Plato tinggal di istana milik seoarang raja yang bernama Dionysios, dan di situ pula Plato kenal dengan ipar sang raja tersebut yang sangat muda yang bernama Dion hingga dia menjadi sahabat karibnya. Lambat laun Plato dan ipar sang raja tersebut (Dion) ingin memengaruhi sang raja agar sang raja melaksanakan teori Plato tentang pemerintahan yang baik dalam praktik. Akan tetapi ajaran Plato yang sangat menitik beratkan kepada moral dalam segala perbuatan, lambat laun menjemukan sang raja Dionysios, hingga akhirnya Plato ditangkap dan dijual sebagai budak. Akan tetappi di tengah pasar budak nasib baik menghampirinya, dia bertemu dengan bekas muridnya yang bernama Annikeris dan ditebusnya. Kemudian kejadian itu diketahui oleh sahabat-sahabatnya, dan mereka (sahabat Plato) mengumpulkan uang untuk menebus Plato kepada Annikeris yang telah menebusnya. Akan tetapi Annikeris tidak mau. Karena Annikeris tiadak mau menerima tebusan dari sahabat-sahabat Plato, akhirnya uang mereka dipergunakan untuk membeli sebidang tanah dan diberikan kepada Plato untuk dijadikan sekolah tempat ia mengajarkan filosofinya. Tempat itu diberi nama “AKADEMIA”. Di situlah plato mengajarkan filosofinya dari usia 40 tahun, pada tahun 387 SM sampai ia meninggal dalam usia 80 tahun.
B. Sumber pemikiran filsafat Plato
Guru filsafat yang amat dikagumi, dihormati, dan dicintai Plato ialah Sokrates. Bagi Plato, Sokrates adalah guru sekaligus sahabat. Karena itu, tak heran jika hampir seluruh karya filsafat Plato menggunakan” metode sokratik”, yaitu metode yang dikembangkan oleh Sokrates, yang dikenal dengan nama dialektis, “elenkhus”. Metode tersebut terwujud dalam suatu bentuk”tanya jawab”.
Plato dipengaruhi filsuf sebelumnya yang dikenal dengan filsuf pra-Sokrates. Sebelum Sokrates, Plato telah belajar filsafat dari Kratilos. Kratilos adalah murid dari Heraklitos, si gelap (ho skoteinas), yang meraih gelar demikian itu karena pemikiran filsafatnya yang sulit dipahami. Selain itu Plato juga dipengaruhi oleh ajaran para sophis, walaupun lebih banyak secara negatif, yakni merupakan kecaman terhadap para sophis itu.

C. Pemikiran filsafat Plato
Sebagaimana Sokrates, ia menggunakan metode dialog untuk mengantarkan falsafatnya. Namun, kebenaran umum (definisi) menurutnya bukan dibuat dengan cara dialog yang induktif sebagaimana metode yang digunakan Sokrates. Pengertian umum (definisi) menurut Plato sudah tersedia di alam idea.
Menurut pemikiran falsafahnya, dunia lahir adalah dunia pengalaman yang selalu berubah-ubah dan berwarna-warni. Semua itu adalah bayangan daria dunia idea. Sebagai bayangan, hakikatnya hanyalah tiruan merupakan tiruan dari yang asli, yaitu idea. Oleh karena itu, dunia pengalman ini berubah-ubah dan bermacam-macam, sebab hanyalah merupakan tiruan yang tidak sempurna dari idea yang sifatnya bagi dunia pengalaman. Barang-barang yang ada di dunia ini semua ada contohnya yang ideal di dunia idea.
Keadaan idea bertingkat-tingkat. Tingkat idea yang tertinggi adalah idea kebaikan, di bawahnya idea jiwa dunia, yang menggerakkan dunia. Berikutnya dunia keindahan yang menimbulkan seni, ilmu, pendidikan, politik.
plato dinobatkan sebagai pemikir idealisme karena seluruh filsafatnya bertumpu pada dunia ide. Plato percaya bahwa ide adalah realita yang sebenarnya dari segala sesuatu yang ada dan dapat dikenal oleh panca indera. Karena ide adalah realitas yang sebenarnya atau keberadaan ada yang sesungguhnya, maka bagi Plato ide bukanlah sekedar gagasan atau gambaran yang berada hampir di dalam pemikiran manuisa.
Keberadaan idea tidak tampak dalam wujud lahiriah, tetapi gambaran yang asli hanya dapat dipotret oleh jiwa murni. Alam dalam pandangan idealisme adalah gambaran dari dunia idea, sebab posisinya tidak menetap. Sedangkan yang dimaksud dengan idea adalah hakikat murni dan asli. Keberadaannya sangat absolut dan kesempurnaannya sangat mutlak, tidak bisa dijangkau oleh material. Pada kenyataannya, idea digambarkan dengan dunia yang tidak berbentuk demikian jiwa bertempat di dalam dunia yang tidak bertubuh yang dikatakan dunia idea.
Menurut Plato esensi itu mempunyai realitas di alam idea itu sendiri, ini memperkuat pendapat gurunya Socrates. Lewat karangan mitosnya di dalam dialog “Politeia” menjelaskan bahwa gua adalah dunia yang dapat ditangkap oleh indera. Kebanyakan orang menjadi terbelenggu dan menerima pengalaman spontan begitu saja. Namun ada beberapa orang memperkirakan bahwa realitas inderawi hanyalah bayangan; mereka adalah filosof. Untuk mencapai kebenaran yang sebenarnya manusia harus mampu melepaskan diri dari pengaruh indera yang menyesatkan, bahkan filosof pun tidak akan dipercayai orang.
Contoh. Melalui akal budi, ide pohon itu dapat dipahami, sedang melakukan kesaksian indera, terdapat bermacam-macam jenis dan bentuk pohon. Di dunia ide, hanya dikenal ide tentang pohon (satu dan tetap), tetapi di dunia realitas terdapat perbedaan, perubahan dan perkembangan bermacam-macam jenis pohon. Demikian juga dengan manusia. Dalm dunia jasmani, dikenla bermacam-macam jenis manusia, tetapi di dunia ide hanya ada satu, yaitu ide tentang manusia. Manusia sebagai makhluk jasmani, pasti akan mati, dan karena itu musnah. Tetapi di dalm ide manusia akan tetap abadi.
D. Karya-karya Plato
Plato mulai mengarang buku dimulai sekitar tahun 380 SM, berlangsung sampai pada ajalnya. Seluruh tulisan Plato yang dipublikasikan tersimpan, disampinh sebagian dari tulisan-tulisan lainnya tentang dia yang tidak sepenuhnya benar. Adapun tentang apa saja yang dia ucapkan dalam kuliah-kuliahnya, tidak ada yang tersimpan.
Tulisan-tulisan Plato dapat dibagi kedalam tiga kelompok. Pertama, tulisan-tulisan di waktu mudanya. Di antaranya yang penting adalah: protagoras, suatu pembelaan terhadap tesis, bahwa kebaikan adalah pengetahuan dan dapat dipikirkan; apologi, pleidio pembelaan Sokrates terhadap tuduhan Atheisme dan kerusakan moral orang-orang muda Athena; eutifro, masalah sifat kesucian, dan buku pertama tentang negara negara atau republik, sebuah diskusi tentang keadilan.
Kedua, tulisan-tulisan sesudah setengah tua. Pada saat itu termasuk gorgias, persoalan mengenai masalah etika; meno, diskusi tentang sifat pengetahuan; faedo, panorama kematian Sokrates, diskusinya tentang teori mengenai masalah bentuk, sifat, nyawa, dan masalah ketidak matian; simposium, berisi berbagai uraian plato tentang keindahan dan tentang cinta, serta politeia, vukunya kedua sampai dengan kesepuluh, tentang negara.
Ketiga, pada hari tua, antara lain teaitetus, suatu penolakan bahwa pengetahuan itu identis dengan cita rasa; parmeneides, penilaian kritis tentang bentuk; kaum sofis, kelanjutan diskusi mengenai teori tentang ide atau bentuk; timaius, pendapat Plato tentang ilmu pengetahuan alam dan tengtang kosmologi, dan nomoi, hukum yang berisi analisis praktis tentang masalah-masalah politik dan sosial.
Sedangkan menurut Mohammad Hatta dalambukunya “alam pikiran Yunani” karya-karya plato ditempatkan pada empat masa yaitu:
Pertama, karangan-karangan yang ditulisnya dalam masa mudanya yaitu waktu sokrates masih hidup sampai tak lama sesudah ia meninggal. Buku-bukunya yang diduga dalam masa itu ialah: apologie, kriton, ion, protagoras, laches, politeia buku I, lysis, charmides dan euthyphron.
Kedua, buah tangan yang ditulisnya dalam masa yang terkenal sebagai”masa peralihan”. Masa itu disebut juga masa megar, yaitu waktu plato tinggal sementara disitu. Dialog-dialog yang diduga ditulisnya dalam masa itu ialah Gorgias. Kratylos, menon, hippiasa dan beberapa lainnya.
Ketiga, buah tangan yang disiapkannya di masa matangnya. Tulisannya yang terkenal dari waktu itu dan kesohor sepanjang masa ialah phaidros, symposion, phaidon, dan politeia buku II-X.
Keempat, buah tangan yang ditulis pada hari tuanya. Dialog-dialog yang dikarangnya di masa itu sering disebut theaitetos, parmenides, sophistos, politikos, philibos, timaios, kritias, dan nomoi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar