Sabtu, 24 September 2011

ILMU SOSIOLOGI

A. Pengertian sosiologi dan ruang lingkupnya menurut para ahli

Para ahli berpendapat bahwa sosiologi adalah:
a. Pitirim sorokin bahwa sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari:
i. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka ragam gejala-gejala sosial (misalnya antara gejala ekonomi dengan agama; keluarga dengan moral; hukum dengan ekonomi, gerak masyarakat dengan politik dan lain sebagainya);
ii. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala-gejala non sosial (misalnya gejala geografis, biologis dan sebagainya);
iii. Ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial.
b. Roucek dan warren mengemukakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari antara manusia dalam kelompok-kelompok.
c. William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkopf Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.
d. J.A.A Von Dorn dan C.J. Lammers Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.
e. Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi menyatakan bahwa sosiologi atau ilmu masyarakat adalah ilmu yang mempelajari strktur sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial.
Menurut Stephen K. sanderson sosiologi adalah lajian ilmiah tentang kehidupan sosial.
Emile durkheim adalah orang pertama yang mecoba melepaskan sosiologi dari dominasi kedua kekuatan yang mempengaruhinya itu. Durkheim terutama melepaskan sosiologi dari alam filsafat positif august comte untuk kemudian meletakkan sosiologi ke atas dunia empiris.
Dari semua pendapat para ahli di atas kita bisa menyimpulkan bahwa sosiologi adalah suatu kajian, studi, hubungan antara masyarakat dan individu dengan yang lainnya dan melakukan hubungan timbal-balik.
Contoh: pada sore hari yang bercuaca panas, Pak Ahmad, seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil, sedang berbaring di kamar tidur dengan memakai pakaian dalam seadanya. Tiba-tiba istrinya membangunkan untuk mengabarkan bahwa keluarga mereka kedatangan tamu istimewa, yaitu Kiyai Haji Abdul Rahim, seorang Ulama yang sangat dihormati di Desa tempat mereka tinggal. Pak Ahmad segera bangun dari tempat tidur dan bergegas memakai pakaian yang paling baik. Dengan penampilan yang rapi, Pak Ahmad menemui tamunya yang sudah menunggu di beranda depan rumah. Setelah saling tegur sapa dengan penuh basa-basi dan rasa hormat, terjadilah pembicaraan hangat di antara tamu dan pribumi tentang berbagai masalah sehari-hari di desa mereka, terutama masalah-masalah keagamaan. Pembicaraan mereka baru berakhir setelah adzan maghrib dikumandangkan dari menara nmesjid pesantren sang Kiyai.
Dari peristiwa pendek di atas adalah gambaran sederhana tentang keadaan seseorang (Pak Ahmad), ia bisa menikmati kebebasannya dan bisa melepaskan diri dari ikatan-ikatan sosialnya. Tetapi ketika mulai berhubungan dengan individu lai, ia berada dalam suatu lingkungan sosial dengan seperangkat aturan, hukum, norma, dan nilai yang mengikat. Ia tidak lagi menikmati kebebasan individual, tetapi terikat dengan berbagai kewajiban maral terhadap individu yang lain.
Ruang lingkup sosiologi
Ruang lingkup kajian sosiologi tersebut jika dirincikan menjadi beberapa hal, misalnya antara lain:
• Ekonomi beserta kegiatan usahanya secara prinsipil yang berhubungan dengan produksi, distribusi,dan penggunaan sumber-sumber kekayaan alam;
• Masalah manajemen yaitu pihak-pihak yang membuat kajian, berkaitan dengan apa yang dialami warganya;
• Persoalan sejarah yaitu berhubungan dengan catatan kronologis, misalnya usaha kegiatan manusia beserta prestasinya yang tercatat, dan sebagainya
B. Karakteristik sosiologi
berdasarkan anggapan Durkheim, fakta sosial memiliki empat ciri atau karakteristik yang membedakannya dari yang bukan sosial, yaitu:
1. Suatu wujud di luar individu
2. Melakukan hambatan atau membuat kendala terhadap individu
3. Bersifat luas atau umum; dan
4. Bebas dari manifestasi atau melampaui manivestasi individu.
Sebagai ilmu, sosiologi memiliki sifat hakikat atau karakteristik sosiologi:
1. Merupakan ilmu sosial, bukan ilmu kealaman ataupun humaniora
2. Bersifat empirik-kategorik, bukan normatif atau etik; artinya sosiologi berbicara apa adanya tentang fakta sosial secara analitis, bukan mempersoalkan baik-buruknya fakta sosial tersebut. Bandingkan dengan pendidikan agama atau pendidikan moral.
3. Merupakan ilmu pengetahuan yang bersifat umum, artinya bertujuan untuk menghasilkan pengertian dan pola-pola umum dari interaksi antar-manusia dalam masyarakat, dan juga tentang sifat hakikat, bentuk, isi dan struktur masyarakat.
4. Merupakan ilmu pengetahuan murni (pure science), bukan ilmu pengetahuan terapan (applied science)
5. Merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak atau bersifat teoritis. Dalam hal ini sosiologi selalu berusaha untuk menyusun abstraksi dari hasil-hasil observasi. Abstraksi tersebut merupakan kerangka dari unsur-unsur yang tersusun secara logis serta bertujuan untuk menjelaskan hubungan sebab-akibat sehingga menjadi teori.
Sosilogi itu berdasarkan penalaran dan pengamatan yang semua berhubungan dengan panca indera manusia yang di alami dalam kehidupan sosial. Itulah karakteristik sosilogi yang empiris.
Ada empat sifat untuk menetukan apakah sosiologi itu disebut ilmu atau tidak.
a. Bersifat empiris: berdasarkan penalaran dan pengamatan.
b. Bersifat teoritis: mempunyai teori.
c. Bersifat kumulatif: berasal dari kata “cumulare” yang berarti menumpuk, menimbun, makin lama makin besar. Sosiologi dibentiuk berdasarkan teori lama yang disempurnakan dan makin lama makin baik.
d. Sosiologi itu tidak menilai: sosiologi selalu berusaha untuk menggambarkan dan menjelaskan masyarakat bukan untuk menilai moral baik dan buruk.
C. Hubungan sosiologi dengan ilmu-ilmu sosial lainnya
sosiologi mengkaji masyarakat baik dalan teori dan prakteknya seperti:
a. Sosiologi dan sejarah: Merupakan dua ilmu sosial yang sama-sama mengkaji kejadian dan hubungan yang dialami manusia.
b. Sosiologi dan ekonomi: Ekonomi merupakan ilmu yang menyelidiki semua fenomena yang berhubungan dengan usaha, produksi dan distribusi sumber daya. Sebagai contoh ekonomi berusaha memecahkan masalah yang timbul karena tidak seimbangnya persediaan pangan dengan jumlah penduduk dengan cara menaikkan produksi bahan pangan. Sosiologi berusaha melihat permasalahan ini dengan melibatlan unsur-unsur dalam masyarakat misalnya petani.
c. Sosiologi dan politik: Politik meneliti tentang pemerintah dan menjelaskan kompleksitas pemerintahan antara lain mempelajari tentang upaya untuk memperoleh kekuasaan dan pendayagunaan kekuasaan. Sosiologi memusatkan perhatiannya pada segi-segi masyarakat yang bersifat umum untuk memperoleh kekuasaan digambarkan oleh sosiologi sebagai salah satu bentuk persaingan atau konflik.
d. Sosiologi dan antropologi: Antropologi memusatkan perhatiannya pada masyarakat tradisional yang masih sederhana kebudayaannya sedangkan sosiologi mengamati masyarakat-masyarakat modern yang strukturnya sudah komplek.
e. Sosiologi dan psikologi sosial: Ilmu psikologi sosial meneliti prilaku manusia sebagai individu antara lain meneliti tingkat kepandaian seseorang, kemampuannya, daya ingatnya, impian-impiannya dan perasaan kecewanya.

A.Kesimpulan
Dari pemaparan di atas dapat kita simpulkan yaitu:
• sosiologi adalah suatu kajian, studi, hubungan antara masyarakat dan individu dengan yang lainnya dan melakukan hubungan timbal-balik..
• Ada empat sifat untuk menetukan apakah sosiologi itu disebut ilmu atau tidak.
e. Bersifat empiris: berdasarkan penalaran dan pengamatan.
f. Bersifat teoritis: mempunyai teori.
g. Bersifat kumulatif: berasal dari kata “cumulare” yang berarti menumpuk, menimbun, makin lama makin besar. Sosiologi dibentiuk berdasarkan teori lama yang disempurnakan dan makin lama makin baik.
h. Sosiologi itu tidak menilai: sosiologi selalu berusaha untuk menggambarkan dan menjelaskan masyarakat bukan untuk menilai moral baik dan buruk.
• sosiologi mengkaji masyarakat baik dalan teori dan prakteknya seperti:
a. Sosiologi dan sejarah
b. Sosiologi dan ekonomi
c. Sosiologi dan politik
d. Sosiologi dan antropologi
e. Sosiologi dan psikologi sosial
B. Saran dan do’a
Kami sangat menyadari bahwasanya makalah yang kami buat ini masih sangat jauh dari kesempurnaan, maka dari itu kami mengharap dan membuka saran dan kritik bagi seluruh pembaca dengan tujuan mencapai kesempurnaan bersama.
Dan semoga makalah yang kami buat ini bermanfat dan barokah bagi kita semua amien amien ya rabbal alamien…..


DAFTAR PUSTAKA
 Dadang kahmad, sosiologi agama, Rosda: bandung, 2003
 http://agsasman3yk.wordpress.com/2009/07/13/konsep-dasar-sosiologi/
 Soejono soekanto, sosiologi suatu pengantar , Rajawali press: Jakarta, 2004
 George ritzer, sosiologi ilmu pengetahuan berparadigma ganda, Rajawali press: Jakarta, 1985
 http://id.wikipedia.org/wiki/Sosiologi
 Stephen K. sanderson, makro sosiologi, , Rajawali press: Jakarta, 2003

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar