Sabtu, 24 September 2011

ILMU RIJAL HADITS

A. Pengertian

Secara bahasa: kata rijal haditsberasal dari kata: RIJAL dan HADITS, dimana kata rijal berasal dari bahasa Arab yang berarti: beberapa laki-laki. Dan kata tersebut , merupakan jama’ dari mufrad “رجل” yang artinya laki-laki. Sedangkan kata hadits artinya: sesuatu yang disandarkan kepada nabi Muhammad saw baik berupa perkataan, perbuatan dan penatapan, jadi ilmu rijal hadits adalah: ilmu yang membahas tentang seseorang yang menyandarkan segala sesuatu kepada Nabi Muhammad saw.
Secara istilah:
العلم الذىبحث فيه عن احوال الرواة وسيرهم من الصحابة والتابعين واتباع التابعين

“ilmu pengtahuan yang dalam pembahasannya , membicarakan hal ihwal dan sejarah kehidupan para rawi dari golongan sahabat, tabi’in dan tabi;it tabi’in”
B. Pembagian ilmu rijal hadits
Karena sangat pentingnya ilmu ini terdapat dua kutub besar yang dibahas ulama dalam ilmu ini, yaitu:
1. Tarikh ar- ruwah
2. jarh wat- ta’dil


1.tarikh ar-ruwah adalah:
العلم الذي يعرف برواة الحديث منالناحىة التي تتعلق بروايتهم للحديث فهو يتناول بالبيان احوال الروات, وىذكر تاريخ ولادة الراوي, ووفاته وشيوخه, وتاريخ سماعه منهم, ومن روى عنه, وبلادهم ومواطنهم ورحلات الراوى وتاريخ قدومه الى البلدان المختلفة وسماعه من بعض الشيوخ قبل الاخطلاط ام بعده وغير ذالك مما له صلة بامورالحديث .
“ilmu yang mengenalkan kepada kita akan perawi-perawi hadits dari segi mereka meriwayatka hadits, maka ilmu ini menerangkan keadaan-keadaan perawi, hari kelahirannya, kewafatannya, guru-gurunya, masa dia mulai mendengar hadits dan orang-orang yang meriwayatkan hadits dari padanya negrinya, tempat kediamannya, perlawatan-perlawatannya, sejarah kedatangannya ke tempat-tempat yang dikunjungi dan segala yang berhubungan dengan urusan hadits.”
Menurut Endang Soetarai ilmu tarikh ruwah adalah: ilmu yang membahas tentang biografi para perawi yang menjelaskan tentang nama dan gelar, tanggal dan tempat kelahiran, keturunan, guru, murid, jumlah hadits yang diriwayatkan, tempat dan waktu, dan lain-lain.
Adapun materi yang dibahas oleh ilmu tarikh ruwah ini yaitu:
1. Konsep rawi dan thabaqoh,
2. Rincian thabaqoh
3. Biografi dari rawi yang telah terbagi pada tiap thabaqoh.
Rawi adalah: orang yang memindahkan hadits . Selain dia sebagai pemindah dia juga sebagai pemelihara dan penyampai hadits kepada orang lain dari apa yang telah ia dapatkan dari gurunya.
Thabaqoh adalah:
علم يبحث فيه عن كل جماعة تشترك في امر واحد
“suatu ilmu pengetahuan yang dalam pokok pambahasannya diarahkan kepada kelompok orang-orang yang berserikat dalam satu alat pengikat yang sama”
2. ilmu jarh wat-ta’dil adalah: ilmu yang menerangkan tentang kecacatan dan keadilan seorang perawi.
Menurut muhadditsin lafadh “jarh” ialah sifat seorang perawi yang dapat mencacatkan kedilan dan kehafalannya.
Menurut ajaj al khatib ilmu jarh wat-ta’dil ialah:
العلم الذي يبحث في احوال الرواة من حيث قبول روايتهم او ردها.
“ilmu yang membahas hal ihwal para perawi dari segi diterima atau ditolak riwayat mereka”
C. landasan teori ilmu rijal hadits
Ilmu rijal al hadits merupakan salah satu ilmu yang sangat penting bagi orang yang ingin mengetahui betul ulumul hadits, karena ilmu ini mencakup masalah orang yang meriwayatkan dan yang diriwayatkannya apakah shahih nilainya atau tidak. Nilai tersebuit sangat dipengaruhi oleh: hal-ihwal, sifat, tingkah laku, biografi, madzhab-madzhab yang dianut dan cara-cara menerima dan menyampaikan hadits.
Hal itu dapat dibuktikan dengan banyaknya ulama yang mengarang masalah ilmu rijal al- Hadits baik itu berupa ilmu tarih al ruwah atau ilmu jarh wa ta’dil.
1. Kitab rijal al hadits yang bersifat umum
a) Al-tarikh al kabir
Kitab ini merupakan karya terbesar al- Bukhori (wafat 256 H/870 M), di dalamnya terdapat 12315 biografi periwayat hadits. Al-Bukhari menyusun nama-nama orang secara alfabetis dengan ciri khas tertentu, dengan disesuaikan dari huruf pertama dari nama itu dan nama ayahnya. Nama yang pertama diuraikan adalah mereka yang bernama Muhammad, nama tersebut dipertimbangkan kemuliaan nama Nabi Muhammad saw, sebagaimana didahulukannya nama sahabat yang paling pertama, dengan tanpa melihat nama ayah mereka. Setelah penulis menguraikan nama-nama yang ditempatkan secara khusus itu, baru ia menguraikan nama-nama yang lain secara alfabertis. Dalam kitab tersebut diuraikan juga lafadz-lafadz jarh dan ta’dil.
b) Al jarh wat ta’dil
Kitab ini ditulis oleh Ibn Hatim (wafat 327 H) nama periwayat ditulis secara lengkap dengan menyebutkan nama ayah dan gelarnya, kemudian diurut secara alfabetis. Nama periwayat dilengkapi dengan biografinya dan sebagian penulis menyebutkan hadits-hsdits yang diriwayatkan mereka, namun yang paling menonjol dari kitab ini adalah memberikan penilaian kualitas periwayat sesuai dengan nama kitab tersebut, yaitu الجرح والتعديل .
2. Kitab biografi para periwayat kitab-kitab tertentu
a) Al-hidayah wal-irsyad fi ma’rifah ahli al tsiqot wa al saddat
Kitab ini dikarang oleh Abi nashr Ahmad ibn Muhammad Al-Kalabadi (wafat 318 H). kitab ini dikhususkan pengarangnya hanya membahas biografi para periwayat dalam shahih Bukhari.
b) Rijal al shahih muslim
Kitab ini dikarang oleh Abi bakar Ahmad Ibn Ali Al-Ashfahani yang dikenal dengan nama Ibn Manjuyah (wafat 428 H). kitab ini berisi para periwayat kitab shahih Muslim secara khusus.
c) Kutub al tarajum al-khassah bi rijal al-kutub al-asittah.
Induk dari kitab yang termasuk dalam kelompok ini adalah kitab al-kamal fi asma ar-rijal, karangan Abdu al-Ghani al-Maqsidi (wafat 600 H). kitab ini merupakan kitab induk dalam kajian rujal al-hadits
d) Kitab rijal khusus menghimpun periwayat tsiqah
1. Ali ibn Abdullah Al-Madini (234 H). menghimpun periwayat hadits yang tsiqah dalam karyanya yang diberi judul al tsiqah wal-mutsbbitin yang tersdiri dari sepuluh juz.
2. Abu Al-hasan Muhammad ibn Abdillah Ibn Shahih Al-Ijli (261 H). juga menghimpun periwayat hadits yang tsiqah dalam koleksinya yang diberi judul kitab tsiqah. Di dalam kitab ini, nama-nama periwayat hadits disusun secara alfabetis.
3. Muhammad Ibn Ahmad Hibban Al-busti (354 H) juga menghimpun periwayat hadits yang tsiqah dalam satu kitab tertentu, yang diberi nama kitab al-tsiqah. Dalam kitab ini, nama periwayat disusun secara alfabetis.
e) Kitab rijal khusus menghimpun periwayat dhoif
Kitab yang membahas periwayat dha’if, di antaranya al-dhuafa’ wa al-matrukin, karya Al-Nasa’i dan kitab al-dhu’afa’, karya Abu Ja’far Muhammad bin Amr al-Uqaili (wafat 323 H), serta yang bersifat khusus lainnya.



BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Dari pemaparan di atas dapat kita simpulkan yaitu:
• Ilmu rijal hadits adalah: ilmu pengetahuan yang dalam pembahasannya membahas tentang hal ihwal dan sejarah kehidupan para rawi dari golongan sahabat, tabi’in, tabi’ttabi’in.
• Ilmu rijal hadits dibagi menjaci dua macam yaitu:
1. Tarikh ar-Ruwah dan,
2. Jarh wat al-Ta’dil

B. Saran dan do’a
Kami sangat menyadari bahwasanya makalah yang kami buat ini masih sangat jauh dari kesempurnaan, maka dari itu kami mengharap dan membuka saran dan kritik bagi seluruh pembaca dengan tujuan mencapai kesempurnaan bersama.
Dan semoga makalah yang kami buat ini bermanfat dan barokah bagi kita semua amien amien ya rabbal alamien…..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar