Sabtu, 26 Maret 2011

AKHLAQ+TASAWWUF

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Al-Qur’an di turunkan Allah kepada rasulullah Muhammad SAW untuk mengeluarkan manusia dari suasana yang gelap gulita menuju yang terang serta membimbing mereka kejalan yang lurus. Didalam al-Qur’an terdapat petunjuk bagi seluruh umat manusia, al-Qur’an juga merupakan mu’jizat Nabi Muhammad SAW yang masih bisa di rasakan sampai sekarang.
Seandainya al-Qur’an tidak dipelihara pada waktu Itu mungkin generasi muda sekarang tidak akan pernah tahu bentuk fisik dari al-Qur’an dan karena itu rujukan kaum muslim menjadi tidak orisinil.
Selain itu banyak ilmu-ilmu ataupun pengetahuan islam yang berkembang zaman demi zaman mengalami peningkatan seperti ilmu akhlaq tasawwuf

B. Tujuan Penulisan Makalah
Oleh sebab itu makalah ini menjadi penting untuk dibahas agar kita sebagai kaum muslimin dapat mengetahui bagaimana definisi akhlaq tasawwuf yang sebenarnya dan bisa mengaplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari.








BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengertian akhlak dan tasawwuf
 Definisi akhlaq
Ada dua pendekatan mengenai definisi akhlaq yaitu secara linguistik (kebahasaan) dan secara terminologik (peristilahan).
Secara bahasa kata akhlaq berasal dari bahasa Arab yaitu isim mashdar (bentuk infinitif) dari kata akhlaqa-yukhliqu- ikhlaqan, sesuai dengan wazan tsulasi majid af’ala-yuf’ilu-if’alan yang berarti al-sajiyah (perangai), at thabi’ah (kelakuan, tabi’at atau watak dasar), al adat (kebiasaan, kelaziman), al maru’ah (peradabanyang baik).
Akan tetapi kata yang di atas yaitu kata akhlaq darikata akhlaqa nampaknya kurang pantas dan kurang cocok , karena isim mashdar dari kata akhlaqa bukan akhlaq akan tetapi ikhlaq, berkenaan dengan ini maka ada pula yang berpendapat bahwa kata akhlaq merupakan isim jamid atau isim ghairu mustaq, yang isim yang tidak memiliki akar kata . kataakhlaq adalah jama’ dari kata khilqun ataupum khuluqun yang artinya sama dengan arti akhlaq sebagaimana telah disebutkan di atas, baik kata Akhlaq atau khuluq keduanya dijumpai pemakaiannya baik dalam al-qur’an, maupun al-hadist, sebagai berikut:

“ Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”

"(Agama Kami) ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang dahulu."


اكمل المؤمنين ايمانا احسنهم خلقا
“Orang mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah orang sempurna budi pekerinya.(HR.Turmudzi).”

انما بعثت لاتمم مكارم لاخلاق
“Bahwasanya aku diututus (Allah) untuk menyempurnakan keluhuran budi pekerti.(HR. Ahmad).
Sedangakan secara terminologi kata akhlaq terdapat beberapa pendapat antara lain yaitu.Ibnu Maskawaih sebagai pakar bidang akhlaq beliau berpendapat bahwa akhlaq adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.
Selain itu al-Ghazali juga berpendapat, dimana beliau disebut hujjatul Islam, beliau mengatakan akhlaq adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yangmenimbulkan macam-macam perbuatan dengan gampang dan mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.
Sejalan dengan itu Ibrahim Anis juga mengatakan bahwa adalah sifat yang tertanam dalam jiwa, yang dengannya lahirlah macam-macam perbuatan, baik dan buruk, tanpa membutuhkan pemikiran dan pertimbangan.
Setelah kita ketahui bersama beberapa pendapat dari para ulama tetang definisi tasawwuf secara terminologinya, maka kami akan menyimpulkan definisi tasawwuf dengan lima ciri yaitu:
1. Perbuatan akhlaq adalah perbuatan yang telah tertanam kuat dalam jiwa sesorang, sehingga telah menjadi kepribadiannya.
2. Perbuatan akhlaq adalah perbuatan yang dilakukan dengan mudah tanpa ada pemikiran.
3. Bahwa perbuatan akhlaq adalah perbuatan yang timbul dari dalam diri orang yang mengerjakannya, tanpa adapaksaan atau tekanan dari luar.
4. Bahwa perbuatan akhlaq adalah perbuatan yang dilakukan dengan sesungguhnya, bukan main-main atau karena sandiwara.
5. Sejalan dengan ciri-ciri keempat, perbuatan akhlaq (khususnya akhlaq yang baik) adalah perbuatan yang dilakukan secara ikhlas semata-mata karena Allah swt, bukan karena ingin dipuji orang atau karena ingin mendapatkan suatu pujian.

 Definisi Tasawwuf
Secara etimologi taswwuf berarti berasal dari kata shafa yang berarti kesucian.Adapula yang berpendapat bahwasanya berasal dari kata Arab yaitu safwe yang berarti orang-orang yang terpilih. Makna ini sering dikutip dalam literatur sufi.
Secara terminilogi ada beberapa pendapat pula yaitu:
Ada orang yang berpendapat bahwasanya kata tasawwuf itu tidak terdapat dalam al-Qur’an dan al-Hadist. Bagi orang yang tidak mau mengikuti perkembangan ilmu, dengan mudah saja membenarkan pendapat tersebut, akan tetapi bagi seseorang yang sering menggunakan pikirannya, dia akan berkata: itu ilmu Tauhid, itu ilmu Fiqih, itu ilmu Nahwu, Shorrof, Balaghah, dan lain-lain, semuanya itu tidak ada di dalam al-Qur’an dan al-Hadits. Akan tetapi seluruh ummat Islam di dunia mengakui ilmu tersebut sebagai pengetahuan tentang Keislaman.
Adapula pendapat bahwasanya definisi tasawwuf itu bid’ah karena tidak ada di dalam al-Qur’an dan di dalam al-Hadits. Memang nama definisi itu tidak ada di dalam al-Qur’an dan Hadts, karena nabi Muhammad di rasulkan bukan untuk membuat atau untuk merumuskan definisi. Nama dan definisi itu di buat oleh ulama-ulama kemudian.
Dalam pada ini, Prof.Dr.Hamka dalam bukunya “perkembangan tasawwuf dari abad ke abad” beliau berkata: “bahwa tasawwuf islami itu telah timbul sejak timbulnya agama Islam itu sendiri, bertimbuh di di dalam jiwa pendiri Islam itu sendiri yaitu nabi besar Muhammad saw disauk airnya daeri Qur’a itu sendiri”
B.Faedah mempelajari akhlaq tasawwuf
Faedah mempelajari ilmu akhlaq menurut Ahmad Yamin beliau mengatakan apabila kita belajar ilmu akhlaq maka kita dapat menetapkan sebagian perbuatan lainnya sebagai yang baik dan sebagian perbuatan lainnya sebagai yang buruk.Bersikap adil termasuk baik, sedangkan berbuat dzalim termasuk perbuatan buruk dan lain-lain.
Adapun faedah kita mempelajari ilmu tasawwuf yaitu:
• Tetap bertekun beribadah kepada Allah.
• Memutuskan ketergantungan hatinya selain kepada Allah.
• Menjauhkan diri dari kemewahan-kemewaha duniawi.
• Menjauhkan diri dari berfoya-foya dengan harta yang kemegah-megahan.












BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
• Adapun definisi akhlaq secara etimologi berasal dari bahasa Arab akhlaqa
• Kata tasawwuf berasal dari bahasa Arab juga yang yaitu shafa yang berarti kesucian
• Kemudian faedah mempelajari akhlaq tasawwuf adalah:
1. Tetap bertekun beribadah kepada Allah.
2. Memutuskan ketergantungan hatinya selain kepada Allah.
3. Menjauhkan diri dari kemewahan-kemewaha duniawi.
4. Menjauhkan diri dari berfoya-foya dengan harta yang kemegah-megahan.
B.Saran-saran dan do’a
Dengan rasa sangat berharap kepada seluruh pembaca untuk menyalurkan perbaikannya, karena kami sebagai pemakalah merasa sangat jauh dari kesempurnaan.
Kemudian semoga makalah yang kami susun dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca amien amien ya rabbal alamien….

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar