Pages

Senin, 20 Desember 2010

TAFSIR TAKWIL DAN TARJAMAH

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Al-Qur’anul Karim adalah sumber Tasyri’ pertama bagi umat Muhammad,dan kebahagian mereka bergantung pada pemahaman makna,pengetahuan rahasia-rahasia,dan pengalaman apa yang terkandung di dlamnya.Kemampuan seseorang dalam memahami lafadz dan ungkapan Qur’an tidak sama,padahal penjelasannya sedemikian gambling dan ayat-ayatnya pun sedemikian rinci.Perbedaan nalar di antara mereka ini adalah suatu hal yang tidak di pertentangkan lagi.Kalangan awam hanya dapat memahami makna-maknanya yang zahir dan pengertian ayat-ayatnya secara global.Sedangkan kalangan cerdik cendikia dan terpelajar akan dapat menyimpulkan makna-makna yang menarik.Maka tidaklah mengherankan jika Al-Qur’an mendapatkan perhatian besar dari umatnya melalui pengkajian intensif terutama dalam rangka menafsirkan kata-kata gharib,menta’wilkan tarkib atau mengalihkannya ke dalam bahasa arab.Oleh karena itu,penulis menyusun makalah ini dengan tujuan untuk menjelaskan kepada pembaca mengenai “Tafsir,Ta’wil dan Tarjamah agar pembaca bisa memahaminya.
1.2. Permasalah
Masalah-masalah yang akan penulis bahas dalam makalah ini adalah:
• Pengertian tafsir,ta’wil dan tarjamah
• Perbedaan dan persamaan antara ketiga tersebut
• Macam-macam tarjamah dan Contohnya
• Pendapat ulama tentang Tarjamah.

1.3. Tujuan Penulisan
Makalah dengan judul :Tafsir,Ta’wil dan Tarjamah” ini bertujuan untuk melengkapi tugas mata kuliah Dasar-dasar Ilmu Al-Qur’an.

1.4. Metode Pengumpulan Data
Data-data yang penulis olah menjadi makalah ini di peroleh melalui buku-buku yang relevan.



1.5. Kegunaan Penulisan
Makalah ini dapat di gunakan sebagai penambah ilmu pengetahuan dan sebagai pedoman dalam mempelajari dan memahami masalah tafsir,ta’wil dan tarjamah.

1.6. Sistematika Penulisan
Makalah ini terdiri dari tiga bab.Bab I Pendahuluan,terdiri dari latar belakang masalah,permasalahan,tujuan penulisan,metode pengumpulan data,kegunaan tulisan dan sistematiak penulisan.Bab II isi,terdiri dari pengertian tafsir,ta’wil dan tarjamah,perbadaan dan persamaan antara ketiganya,macam-macam tarjamah dan contohnya dan pendapat ulama tentang tarjamah.Bab III Penutup,terdiri dari kesimpulan dan saran.























BAB II
Tafsir, Ta’wil dan Tarjamah

A. Pengertian Tafsir, Ta’wil dan Tarjamah
1. Tafsir
Secara bahasa mengikuti wazan Taf’il yang berarti penjelasan, menyikap dan menampakkan atau menerangkan makna yang abstrak. Dalam Lisanul Arab di katakan:kata at-tafsir berarti menyingkapkan maksud suatu lafadz yang musykil,pelik. Al-Qur’an menggunakan istilah tafsir dengan makna penjelasan seperti yang terdapat dalam firman Allah swt:
       • 
Artinya:
“Tidaklah orang-orang kafir itu dating kepadamu (membaawa) sesuatu yang ganjil,melainkan kami datangkan suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya.” (Qs.Al-Furqan:33).

Menurut istilah,ada beberapa pendapat mengenai Tafsir,diantaranya:
a) Abu Hayyan:Tafsir ialah ilmu yang membahas tentang cara pengucapan lafadz-lafadz Al-Qur’an,tentang petunjuk-petunjuknya, hukum-hukunnya baik ketika berdiri sendiri maupun ketika tersusun dan makna-makna yang memunggkinkan baginya ketika tersusun serta hal-hal lain yang melengkapinya.
b) Az-Zakarsyi: Tafsir ialah ilmu untuk memehami kitabullah yang di turunkan kepada Muhammad menjelaskan maknanya serta mengeluarkan hokum dan maknanya .
c) As-Sibagh: Tafsir ialah suatu ilmu yang di gunakan untuk memahami kitabullah, yaitu menjelaskan makna, mengeluarkan hukum dan hikmahnya.
Berdasarkan definisi di atas,maka tafsir mempunyai dua arti yaitu tafsir sebagai ilmu alat untuk menjelaskan makna Al-Qur’an dan tafsir sebagai hasil pemahaman terhadap Al-Qur’an berdasarkan ilmu alat.

2. Ta’wil
Secara bahasa mengikuti wazan Taf’il yang berarti kembali ke asal (ruju’). Al-Jarjani mengartikan ta’wil kepada tarji’ (mengembalikan). Selain itu, Ta’wil juga berarti penjelasan. Firman Allah swt:
                 
Artinya:
“Tiadaklah mereka menunggu-nunggu kecuali (terlaksananya kebeenaran) Al-Qur’an itu.Pada hari datangnya kebenaran pemberitaan Al-Qur’an itu,berkatalah orang-orang yang melupakannya sebelum itu:”Sesungguhnya telah dating Rasul-rasul Tuhan kami membawa kebenaran”.(Qs.Al-A’raf:53).

Analisis di atas menggambarkan bahwa istilah tafsir dan ta’wil secara harfiah mempunyai makna yang sama yaitu penjelasan. Makna menafsirkn atau mena’wilkan Al-Qur’an berarti menjelaskan makna yang terkandung dalam lafadz dan ayat-ayatnya.
Ta’wil menurut istilah “memalingkan suatu lafadz dari makna zahir kepada makna yang tidak zahir juga di kandung oleh lafadz tersebut jika memungkinkan makna itu sesuai dengan Al-Kitab dan As-Sunnah.”
Para ulama salaf berpendapat bahwa ta’wil itu sama dengan tafsir. Jika mereka mengatakan tafsir Al-Qur’an atau ta’wil Al-Qur’an maka pengertiannya adalah sama. Sedangkan para ulama Khalaf berpendapat bahwa ta’wil adalah memalingkan makna lafadz yang kuat (rajah) kepada makna yang lemah (marjuh) karena ada dalil yang menyertainya.



3. Tarjamah
Kata tarjamah dalam tuturan bahasa Arab meliputi berbagai makna bahwa pengertian katanya seringkali tergantung pada situasi dimana kata itu di ucapkan .Pengucapan Kata terjamah antara lain:
a) Menyampaikan pembicara kepada orang yang belum pernah menerimanya
b) Menjelaskan kalam dengan memakai bahasa kalam itu sendiri
c) Menjelaskan kalam dengan memakai bahasa selain bahasa kalam itu
d) Memindahkan kalam dari suatu bahasa ke bahasa lain
Secara istilah Tarjamah ialah pemindahan lafadz dari suatu bahasa ke dalam bahasa lain atau menjelaskan makna suatu ungkapan yang terdapat dalam suatu bahasa dengan menggunakan bahasa lain.
Sebagai kitab suci dan pedoman hidup bagi setiap umat islam,Al-Qur’an perlu di terjemahkan ke dalam berbagai bahasa,kendatipun bahasa terjamahan itu tidak dapat mewakili bahsa Al-Qur’an.Hal itu menjadi penting karena tidak semua umat islam dapat menguasa bahasa Al-Qur’an.Padahal mereka mesti membaca,mempelajari,memahami,serta mengamalkan isinya.Oleh sebab itu,masyarakat awam perlu di bantu melalui terjemahan tersebut.Jadi,terjemahan merupakan sarana penyampaian isi kandungan Al-Qur’an bagi umat islam.

B. Perbedaan dan Persamaan antara Tafsir,Ta’wil dan Tarjamah
1. Perbedaan antara tafsir dengan ta’wil
a) Tafsir berbeda dengan Ta’wil pada ayat-ayat yang menyangkut soal umum dan khusus.Pengertian tafsir lebih umum dari pada ta'wil karena ta’wil berkenaan dengan ayat-ayat khusus.
b) Tafsir menerangkan makna lafadz atau ayat melalui pendekatan riwayat sedangkan ta’wil melalui pendekatan dirayah.
c) Tafsir menerangkan makna-makna yang di ambil dari bentuk yang tersurat (ibarat) sedangkan ta’wil dari yang tersirat (bil isyarah).
d) Tafsir berhubungan dengan makna-makna ayat atau lafadz yang biasa saja,sedangkan ta’wil berhubungan dengan makna-makna yang sacral dan ilmu-ilmu ketuhanan.
e) Tafsir mengenai penjelasan maknanya telah di berikan oleh Al-Qur’an sendiri,sedangkan ta’wil penjelasan maknanya di peroleh melalui istinbhat (penggalian) dengan memanfaatkan ilmu-ilmu alatnya.
Maksud dari perbedaan di atas bukanlah perbedaan dalam arti luas, melainkan perbedaan yang di lihat dari segi spesifikasinya masing-masing dan dari segi sifat antara keduanya.Ta’wil dalam istilah para Mufassirin,pengertiannya di perselisihkan.Ada yang berpendapat bahwa ta’wil itu sinonim dari tafsir,karena di lihat dari segi tujuan antara keduanya tidak berbeda,tetapi sebagian ulama melihat perbedaan antara keduanya seperti uraian di atas.

2. Perbedaan antara Tafsir dengan Tarjamah
a) Pada tarjamah terjadi peralihan bahasa dari bahasa pertama ke bahasa tearjamah.Bentuk Tarjamah telah lepas dari bahasa yang di terjemahkan. Sedangkan tafsir selalu ada keterkaitan dengan bahasa asalnya.
b) Pada tarjamah boleh melakukan istidrhad, yaitu penguraian meluas lebih dari sekedar mencari padanan kata.Sedangkan dalam tafsir tidak hanya boleh melakukan penguraian meluas itu,tetapi justru uraian itu wajib di lakukan.
c) Tarjamah pada lazimnya mengandung tuntutan di penuhi semua makna yang di kehendaki oleh bahasa pertama.Sedangkan tafsir yang menjadi pokok perhatiannya adalah tercapainya penjelasan yang sebaik-baiknya,baik secara global maupun secara terperinci.
d) Tarjamah pada lazimnya mengandung tuntutan atas pengakuan bahwa semua makna yang telah di alih bahasakan oleh penterjemah adalah makna yang di tunjuk oleh bahasa pertama.Sedangkan tafsir soal pengakuan sangat relative tergantung pada kredilibitas mufassirnya.

3. Persamaan antara Tafsir, Ta’wil dan Tarjamah
Adapun aspek yang membuat sama antara tafsir, ta’wil dan tarjamah adalah tujuan antara ketiganya yaitu sama-sama mencari maksud yang terkandung dalam ayat-ayat Al-Qur’an agar mudah di fahami dan di mengerti yang kemudian di jadikan landasan dalam menetapkan suatu hukum.
C. Macam-Macam Tarjamah dan Contohnya.
Para ulama membagi tarjamah kepada dua bagian yaitu:
1. Tarjamah Harfiah
Adalah mengalihkan lafadz-lafadz dari suatu bahasa ke dalam lafadz-lafadz yang serupa dari bahasa lain sedemikian rupa sehingga susunan dan tertib bahasa kedua sesuai dengan susunan dan tertib bahasa pertama.
Mereka yang mempunyai pengetahuan tentang bahasa tertentu mengetahui bahwa tarjamah harfiah tidak mungkin dapat di capai dengan baik jika konteks bahasa asli dan cukupan semua maknanya tetap di pertahankan,sebab karakteristik setiap bahasa berbeda antara satu dengan yang lain dalam hal tertib bagian-bagian kalimatnya.Sebagai contoh,jumlah fi’liyah (kalimat verbal) dalam bahasa arab di mulai dengan fi’il (prediket) kemudian fa’il (subjek) Mudhaf di dahulukan atas mudhaf ilahi,dan maushuf atas sifatnya.Tidak demikian halnya dengan bahasa lain yang biasanya di awali dengan ubjek,kemudian prediket dan objek.

2. Tarjamah Tafsiriyah
Adalah menjelaskan makna pembicaraan dengan bahasa lain tanpa terikat dengan tertib lafadz-lafadz dari bahasa asal atau memperhatikan susunan kalimatnya.
Apabila para ulama melakukan penafsiran Al-Qur’an dengan mendatangkan makna yag dekat,mudah dan kuat,kemudian penafsiran ini di terjemahkan dengan penuh kejujuran dan kecermatan,maka cara demikian di namakan terjemah tafsiriyah dalam arti mengomentari perkataan dan menjelaskan dengan bahasa lain.

D. Pendapat Ulama Tentang Terjemah
Menurut Zamakhsyari, menerjemahkan makna-makna sanawi qur’an bukanlah hal yang mudah,sebab tidak terdapat satu bahasa pun yang sesuai dengan bahasa arab dalam petunjuk lafadz-lafadznya terhadap makna-makan yang ahli ilmu bayan di namakan “khawasut-tarkib”(karakteristik-karakteristik susunan).
Dalam Al-Muwaffaqat,Syatibi menyebutkan makna-makna asli dan makna-makna sanawi.Kemudian ia menjelaskan,menterjemahkan Al-Qur’an dengan cara pertama,yakni dengan memperhatikan makna-makna asli adalah mungkin. Dari segi inilah di benarkan menafsirkan Al-Qur’an dan menjelaskan makna-maknanya kepada kalangan awam.
Namun demikian,terjemahan makna-makna asli itu tidak lepas dari kerusakan karena satu buah lafadz dalam Al-Qur’an terkadang mempunyai dua makna atau lebih yang di berikan oleh ayat.Maka dalam keadaan demikian biasanya penerjemah hanya meletakkan suatu lafadz yang hanya menunjukkan suatu makna karena ia tidak mendapatkan lafadz serupa lafadz serupa dengan lafadz arab yang dapat memberikan lebih dari satu makna itu.Oleh karena itu Syatibi beranggapan bahwa hujjah tentang Kebolehan menerjemahkan Al-Qu’an tidaklah mutlak
Ibnu Taimiyah berkata dalam kitabnya Al-Aql wa Naql,adapun menyeru ahli istilah dengan istilah dan bahasa mereka tidaklah makruh apabila cara demikian di perlukan dan makna-makna yang di sampaikan tetap benar. Misalnya menyeru bangsa asing seperti bangsa Romawi,Persia dan Turki dengan bahasa dan adat kebiasaan mereka.Hal demikian boleh dan baik karena memang di perlukan.Tetapi para imam memandang makruh jika tidak di perlukan.Oleh karena itu Qur’an dan Hadits di terjemahkan bagi mereka yang memerlukannya .






BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

Pengertian tafsir:Ilmu alat untuk menjelaskan makna Al-Qur’an dan sebagai hasil pemahaman terhadap Al-Qur’an berdasarkan ilmu alat.
Tta’wil:memalingkan lafadz dari makan yag zahir ke makna yang tidak zahir
Tarjamah:pemindahan lafadz dari suatu bahasa ke bahasa lain.

SARAN

Dengan adanya makalah ini,penulis berharap agar para pembaca lebih mengetahui dan memahami masalah yang berkaitan dengan tafsir,ta’wil dan tarjamah.

0 komentar:

Poskan Komentar