Pages

Senin, 20 Desember 2010

pengertian al-qur'an

A. PENGERTIAN AL QUR’AN
1. Bahasa (Etimologi)
“Qur’an” menurut bahasa berarti “bacaan” atau “yang dibaca”. Al Qur’an adalah mashdar yang diartikan dengan arti isim isim maf’ul, yaitu “maqru’= yang dibaca”. Di dalam Al Qur’an sendiri terdapat pemakaian kata “Qur’an”, sebagaimana difirmankan Allah dalam Q.S. Al Qiyamah : 17&18
•       •  
Artinya : Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila kami telah selesai membacakannya Maka ikutilah bacaannya itu.

2. Ishtilah (Terminologi)
Definisi Al Qur’an menurut ishtilah adalah Kalam Allah SWT. yang merupakan mu’jizat yang diturunkan (diwahyukan) kepada Nabi Muhammad saw. dan membacanya adalah suatu ibadah.
Dengan definisi ini, Kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi-nabi selain Nabi Muhammad saw. tidak dinamakan Al Qur’an, seperti Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa as. atau Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa as. Demikian pula, Kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. yang membacanya tidak dinilai sebagai ibadah, seperti Hadits Qudsi, maka tidak dinamakan Al Qur’an.
Banyak Pendapat para ‘Ulama mengenai definisi dari Al Qur’an, diantaranya sebagai berikut:
a. As Sayuthy dalam kitab Al Itqan : Watas arti kata Al Qur’an ialah, “Kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, yang tidak dapat ditandingi oleh yang menentangnya, walaupun sekedar sesurat saja daripadanya.”
Sebagian Mutaakhirin menambahkan : “Yang kita beribadat dengan mentilawatkannya.”
b. Asy Syaukani dalam kitab Al Irsyad : Yang lebih utama dikatakan, “Al Qur’an itu Kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad yang ditilawatkan dengan lisan, lagi mutawatir penukilannya.”
c. Ahli Agama (‘Uruf Syara’) : “Al Qur’an itu wahyu Illahi yang diturunkan kepada Muhammad yang telah disampaikan kepada kita, umatnya, dengan jalan mutawatir, yang dihukumi kafir orang yang meriwayatkannya.
Jadi, dari beberapa pendapat para ‘Ulama tentang definisi Al Qur’an, dapat disimpulkan bahwa Al Qur’an adalah Kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. secara munajjaman oleh Malaikat Jibril agar disampaikan kepada umatnya, yang ditilawatkan dengan lisan.

B. NAMA-NAMA LAIN DARI AL QUR’AN BESERTA DALILNYA
Allah SWT. telah memberikan nama-nama yang berbeda bagi Kalam yang bernilai mu’jizat ini sesuai kebiasaan-kebiasaan bangsa Arab dalam memberikan nama-nama bagi ucapan mereka, baik secara global maupun terperinci. Menciptakan istilah-istilah bagi nama Al Qur’an merupakan hal yang sesuai denga ruh Al Qur’an itu sendiri secara umum, dalam rangka mengimbangi kalimat-kalimat yang tersebar pada tradisi kehidupan bangsa Jahiliyah.
Dalam Al Qur’an sendiri terdapat beberapa ayat yang menyertakan nama lain yang digunakan untuk merujuk kepada Al Qur’an itu sendiri. Berikut adalah nama-nama tersebut dan ayat yang mencantumkannya :
1. Al Kitab (tulisan) ;
         
Artinya : Kitab (Al Qur’an) Ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa. (Al Baqarah : 2)
  
Artinya : Demi Kitab (Al Qur’an) yang menjelaskan,(Ad Dukhaan : 2)
2. Al Furqan (pembeda antara yang benar dan yang salah)
  •      • 
Artinya : Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (Al Furqan : 1)

3. Adz Dzikr (pemberi peringatan)
  •     
Artinya : Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan Sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya. (Al Hijr : 9)

4. Al Hukm (peraturan/hukum)
      •              
Artinya : Dan Demikianlah, kami telah menurunkan Al Qur’an itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, Maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah. (Ar Ra’d : 37)




5. At Tanzil (yang diturunkan)
    
Artinya : Dan Sesungguhnya Al Qur’an Ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta Alam, (Asy Syu’ara’ : 192)



6. Ar Ruh (ruh)
                 •            
Artinya : Dan Demikianlah kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Qur’an) dengan perintah kami. sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Qur’an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi kami menjadikan Al Qur’an itu cahaya, yang kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba kami. dan Sesungguhnya kamu benar- benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (Asy Syuura : 52)

7. Al Kalam (ucapan)
               •    
Artinya : Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, Maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, Kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak Mengetahui. (At Taubah : 6)


8. Al Basha’ir (pedoman)
  ••     
Artinya : Al Qur’an Ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini. (Al Jaatsiyah : 20)

9. Al Balagh (penyampaian/kabar)
  ••           
Artinya : (Al Qur’an) Ini adalah penjelasan yang Sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya dia adalah Tuhan yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran. (Al Ibrahim : 52)

10. Al Qaul (perkataan/ucapan)
      
Artinya : Dan Sesungguhnya Telah kami turunkan berturut-turut perkataan Ini (Al Qur’an) kepada mereka agar mereka mendapat pelajaran. (Al Qashash : 51)

Adapula nama-nama lain dari Al Qur’an yang diambil dari kata sifat, dimana hal ini menunjukkan sifat yang mulia bagi Al Qur’an itu sendiri, diantaranya ialah :
1. Al Mau’idhah (pelajaran/nasehat)
 ••   •          
Artinya : Hai manusia, Sesungguhnya Telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (Al Yunus : 57)

2. Al Hikmah (kebijaksanaan)
            •      •• 
Artinya : Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu. dan janganlah kamu mengadakan Tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah). (Al Isra’ : 39)

3. Asy Syifa’ (obat/penyembuh)
 ••   •          
Artinya : Hai manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (Al Yunus : 57)
              
Artinya : Dan kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. (Al Isra’ : 82)




4. Al Huda (petunjuk)
    •           
Artinya : Dan Sesungguhnya kami tatkala mendengar petunjuk (Al Qur’an), kami beriman kepadanya. barangsiapa beriman kepada Tuhannya, Maka ia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak (takut pula) akan penambahan dosa dan kesalahan. (Al Jin : 13)
              
Artinya : Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai. (At Taubah : 33)

5. Ar Rahmat (karunia)
    
Artinya : Dan Sesungguhnya Al Qur'an itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (An Naml : 77)

6. Al Bayan (penjelas/penerang)
  ••    
Artinya : (Al Qur’an) Ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (Ali Imran : 138)





7. Al Busyra (kabar gembira)
 •  •          
Artinya : Katakanlah: "Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Qur’an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (An Nahl : 102)

8. An Nur (cahaya)
 ••          
Artinya : Hai manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan Telah kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur’an). (An Nisa’ : 174)

Apapun nama-nama lain dari Al Qur’an, yang jelas dan pasti adalah nama yang berasal dari Kalam Illahi yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. dan tertulis dalam mushaf berdasarkan sumber-sumber mutawatir yang bersifat tashdiqan jaziman (pasti kebenarannya). Penamaan Al Qur’an yang demikian itu telah disepakati bulat secara sah oleh semua ‘Ulama Ahli Ilmu Kalam, ‘Ulama Fiqh, dan ‘Ulama Ahli Ilmu Bahasa Arab.

C. KANDUNGAN ISI AL QUR’AN
Al Qur’an adalah kitab suci agama Islam untuk seluruh umat muslim seluruh dunia,dari awal di turunkan h ingga waktu penghabisan spesies manusia di dunia, baik di bumi maupun di luar angkasa sebab kiamat kubro. Di dalam surat-surat dan ayat-ayat al-qur’an terdapat kandungan isi yang secara garis besar dapat kita bagi menjadi beberapa hal pokok atau lebih terkhusus pada beberapa hal yang paling utama beserta def inisi dari masing-masing kandungan intisarinya sebagai mana berikut :
1. Aqidah/akidah (ketauhidan/keimanan terhadap allah)
Aqidah adalah: ilmu yang mengajarkan manusia mengenai kepercayaan yang pasti wajib dimiliki oleh setiap orang di dunia. Al Qur’an mengajarkan aqidah tauhid kepada kita yaitu menanamkan keyakinan terhadap Allah SWT yang satu, yang tidak pernah tidur dan tidak beranak pinak. Percaya kepada Allah SWT adalah salah satu butir rukun iman yang pertama . orang yang tidak percaya terhadap rukun iman disebut sebagai orang-orang kafir
2. Hukum-hukum (mengatur manusia)
Hukum yang ada di Al Qur’an adalah memberi suruhan atau perintah kepada orang yang beriman untuk mengadili dan memberikan penjatuhan hukuman pada sesama manusia yang terbukti bersalah. Hukum dalam islam berdasarkan Al Qur’an ada beberapa jenis, seperti jinayat, muamalat, munakhat, faraidh, dan jihad.
3. Peringatan atau tadzkir (Reward / punishment)
Tadzkir atau peringatan adalah sesuatu yang memberi peringatan kepada manusia akan ancaman Allah SWT berupa siksa neraka atau waa’id. Tadzkir juga bisa berupa kabar kembira bagi orang-orang yang beriman kepadanya dengan balasan berupa nikmat syurga jannah atau waa’ad. Disamping itu adapula gambaran yang menyenangkan didalam Al Qur’an atau disebut juga targhib dan kebalikannya adalah gambaran yang menakutkan dengan istilah lainnya tarhib.

4. Sejarah-sejarah atau kisah-kisah(mengambil teladan dari kejadian dimasa lampau)
Sejarah atau kisah adalah cerita mengenai orang-orang yang terdahulu baik yang mendapatkan kejayaan akibat taat kepada Allah SWT serta ada juga yang mengalami kebinasaan akibat tidak taat atau ingkar terhadap Allah SWT. Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari sebaliknya kita mengambil pelajaran yang baik-baik dari sejarah masa lalu atau dengan istilah lain ikhtibar.

D. FUNGSI DAN KEDUDUKAN AL-QUR’AN

1. FUNGSI AL-QUR’AN
1.Menguatkan serta membenarkan kitab-kitab terdahulu yang telah diturunkan Allah SWT
Dalam hal ini meriwayatkan dari Ubay bin Kaab bahwa”Sesuatu yang diturunkan di Injil dan Taurat itu seperti apa yang berada dalam Ummul Qur’an”1. Jadi dapat diambil benang merah bahwa apa yang ada dalam Al-Qur’an itu sudah mencakup apa saja yang ada dalam kitab Injil dan Taurat.

2.Petunjuk serta sebagai sumber informasi untuk menempuh kehidupan
Petunjuk yang dimaksudkan dalam Al-Qur’an meliputi petunjuk agama yang juga biasa disebut sebagai syari’at.2Disini juga Al-Qur’an selain merujuk pada syari’at ia juga menerangkan akidah, dan akhlak. Sedangkan dalam sumber informasi Al-Qur’an mengajarkan banyak hal mulai dari persoalan moral, keyakinan, prinsip ibadah, dan juga muamalah sampai pada asas-asas ilmu-ilmu pengetahuan.3 Dalam petunjuk aqidah dan juga kepercayaan manusia harus bahkan wajib dalam mempercayainya yang dimana kepercayaan tersebut meliputi iman pada Allah, para malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, kitab-kitab yang diturunkan-Nya serta pada hari akhir yang pasti dalam kejadiannya. Sedangkan dalam aspek hukum dan syari’at, manusia dituntut untuk mengikuti apa saja yang baik dalam hubungannya pada Sang Kholik serta pada sesama makhluk. Adapun untuk akhlak dan moral menerangkan aspek-aspek norma keagamaan serta susila yang berhubungan dengan individu ataupun masyarakat.

3.Menjelaskan isi kandungan dan masalah-masalah yang pernah diperselisihkan oleh umat terdahulu

4.Sebagai obat,dan pembeda antara haq dan yang batil
ﻭﻧﻨﺰﻝﻣﻦأﻟﻘﺮﺁﺀﻥﻣﺎﻫﻮﺷﻔﺂءﻭﺭﺣﻤﺔﻟﻠﻤﺆﻨﻴﻦﻭﻻﻳﺰﻳﺪاﻟﻈﻠﻤﻴﻦإﻻﺧﺴﺎﺭﺍ٨٢
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan ( Al-Qur’an itu ) tidaklah menambah kepada orang-orang yang dzalim selain kerugian”. (Al-Isra’(17): 82)

5.Sebagai bukti kebenaran Nabi Muhammad
Bukti kebenaran tersebut dikemukakan dalam tantangan yang sifatnya bertahap, yaitu: pertama, menentang siapapun yang meragukannya untuk menyusun semacam Al-Qur’an baik itu seluruh Al-Qur’an maupun cuma satu surah dalam Al-Qur’an. Diantara maksud-maksud yang paling nyata ialah mengkokohkan Al-Qur’an bahwa Muhammad SAW yang menjadi utusan-Nya adalah benar-benar seorang ummy. Jadi Al-Qur’an dengan segala keistemewaannya benar-
benar sebuah mukjizat yang mengandung berbagai manfaat, terutama dalam hal ilmu pengetahuan.
Di dalam menerangkan garis-garis besar ini, Al-Qur’an memberi berbagai contoh teladan yakni dengan menerangkan secara ringkas sejarah umat dan para nabi terdahulu.
Al-Qur’an tidak menetapkan hukum dengan melihat kepada tiap kejadian satu persatu, baik yang sudah terjadi di setiap turunnya ataupun yang akan terjadi. Al-Qur’an menetapkan pokok-pokok dan dasar-dasar hukum agar dapat dipergunakan di setiap masa.

2. KEDUDUKAN AL-QUR’AN
a. Kedudukan Al-Qur’an di dalam dasar-dasar islam
Tidak ada khilaf sedikitpun di antara umat islam, bahwa Al-Qur’an itu merupakan pokok asas bagi syari’at dan cabang-cabangnya. Dari Al-Qur’an-lah diambil segala pokok-pokok syari’at dan furu’nya, juga darinyalah dalil-dalil syar’i diambil. Dengan demilkian dipandanglah bahwa Al-Qur’an itu dasar bagi syariat dan pengumpul segala hukum dalam syari’at Islam.
Allah SWT. berfiman dalam Al-Qur’an surat Al-An’am:38 ﻭﻣﺎﻣﻦﺩاﺑﺔﻓﻲاﻷﺭﺽﻭﻻﺌﺮﻳﻄﻴﺮﺑﺠﻨﺎﺣﻴﻪإﻻأﻣﻢأﻣﺜﺎﻟﻜﻢﻣﺎﻓﺮﻃﻨﺎﻓﻲاﻟﻜﺘﺐﻣﻦﺷﻴﺊﺛﻢإﻟﻲﺭﺑﻬﻢﻳﺤﺸﺮﻭﻥ ٣٨
Artinya: Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Qur’an.Kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.

b. Kedudukan Al-Qur’an sebagai mukjizat
Mukjizat ialah perkara yang menyalahi kebiasaan (adat) yang digunakan untuk mengalahkan para penentangnya.4 Peng-I’jaz-an Al-Qur’an sendiri itu meliputi bahasa yang digunakannya yang menyangkut pada sastra, kata kata yang digunakan serta susunan-susunan kalimatnya yang begitu indah dan tersusun rapi. Begitu pula dalam pemberian keterangan yang menyangkut pada sejarah zaman terdahulu ataupun zaman yang akan datang yang dimana setiap akal manusia tidak mampu untuk menggapainya. Al-Qur’an juga menerangkan tentang ilmu pengetahuan yang dimana saat itu manusia belum tahu akan hal tersebut dan pada masa kekinian ilmu pengetahuan menjadi suatu tolak ukur yang harus di perhitungkan.
Secara ringkasnya maziyyah atau keistimewaan Al-Qur’an adalah:
1. Memuliakan akal dan menjadikannya dasar untuk memahamkan hukum dan mengedalikan urusan
2. Menyama-ratakan manusia dengan meniadakan kelas yang dapat menimbulkan sebagian manusia menganggap dirinya lebih tinggi derajatnya dari pada lainnya.
3. Menerangkan sesuatu yang berfaidah dan menjadi ibrah dari berbagai kisah dan kejadian terdahulu.
4. Memberi petunjuk yang lengkap dan hokum-hukumnya sesuai dengan mashlahat segala bangsa, dalam segala zaman dan berbagai tempat.

Kedudukan Al-Qur’an dalam islam secara lebih ringkasnya adalah sebagai berikut:

1. Kitabul Naba’ wal Akhbar ( berita dan kabar)
QS. An-Naba’(78):1-2
ﻋﻢﻳﺘﺴﺎءﻟﻮﻥ۠ﻋﻦاﻟﻨﺒﺈٱﻟﻌﻆﻴﻢ
Artinya: Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya? Tentang berita yang besar.

2.Kitabul Hukmi wa Syari’at (hukum dan syari’at)
QS. A-Maidah ( 5 ) : 49 – 50
ﻭأﻥٱﺣﻜﻢ ﺑﻴﻨﻬﻢ ﺑﻴﻨﻬﻢ ﺑﻤﺎ أ ﻧﺰﻝٱﻟﻠﻪ ﻭﻻﺗﺘﺒﻊأﻫﻮآءﻫﻢ ﻭٱﺣﺬﺭﻫﻢ أﻥﻳﻔﺘﻨﻮﻙ
ﻋﻦﺑﻌﺾﻣﺂأﻧﺰﻝﺍﻟﻠﻪإﻟﻴﻚﻓﺈﻥﺗﻮﻟﻮاﻓﺎﻋﻠﻢأﻧﻤﺎﻳﺮﻳﺪﺍﻟﻠﻪأﻥﻳﺼﻴﺒﻬﻢﺑﺒﻌﺾﺫﻧﻮﺑﻬﻢﻭإﻥﻛﺜﻴﺮاﻣﻦﺍﻟﻨﺎﺱﻟﻔﺎﺳﻘﻮﻥ٤٩ أﻓﺤﻜﻢﺍﺠﺎﻫﻠﻴﺔﻳﺒﻐﻮﻥﻭﻣﻦأﺣﺴﻦﻣﻦاﻟﻠﻪﺣﻜﻤﺎﻟﻘﻮﻡﻳﻮﻗﻴﻨﻮﻥ
Artinya: Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka, dan berhati- hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu ,jika mereka berpaling ( dari hukum yang telah diturunkan Allah ), Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa- dosa mereka dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. Apakah hukm jahiliyyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yakin ?

3. Kikabul jihad (perjuangan di jalan Allah) QS. Al-Ankabut (29) : 69
ﻭاﻟﺬﻳﻦﺟﺎﻫﺪﻮاﻓﻴﻨﺎﻟﻨﻬﺪﻳﻨﻬﻢﺳﺒﻠﻨﺎﻭإﻥاﻟﻠﻪﻟﻤﻊاﻠﻤﺤﺴﻨﻴﻦ٦٩
Artinya: Dan orang-orang yang berijtihad untuk ( mencari keridhoan ) kami, benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami, dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.

4.Kitbul Tarbiyah (pendidikan) QS.Al-Imran (3):79 ﻣﺎﻛﺎﻥ ﻟﺒﺸﺮ أﻥﻳﺆ ﺗﻴﻪ اﻟﻠﻪ اﻟﻜﺘﺐﻭ ﺍﻟﺤﻜﻢﻭ ﺍﻟﻨﺒﻮﺓ ﺛﻢ ﻳﻘﻮﻝ ﻟﻠﻨﺎﺱ ﻛﻮﻧﻮ ﻋﺒﺎد اﻟﻲ ﻣﻦ دﻭﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻟﻜﻦ ﻛﻮﻧﻮ اﺭﺑﻨﻴﻦ ﺑﻤﺎ ﻛﻨﺘﻢ ﺗﻌﻠﻤﻮﻥ اﻟﻜﺘﺐ ﻭﺑﻤﺎ ﻛﻨﺘﻢ ﺗﺪﺭﺳﻮﻥ٧٩
Artinya: Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al-Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata: “Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah.” Akan tetapi ( dia berkata ): ”Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al-Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajirinya.
5. Minhajul Hayah ( pedoman hidup )
6.KitabulIlmi (ilmupengetahuan),
QS. Al-Alaq (96) : 1-5
ﺇﻗﺮﺃ ﺑﺴﻢ ﺭﺒﻚ اﻟﺬﻱ ﺧﻠﻖ ۞ ﺧﻠﻖاﻹﻧﺴﺎﻥﻣﻦﻋﻠﻖ۞إﻗﺮأ ﻭﺭﺑﻚ ﻷﻛﺮﻡ۞اﻟﺬﻱﻋﻠﻢﻹﻧﺴﺎﻥ ﻣﺎﻟﻢ ﻳﻌﻠﻢ۞
Artinya : Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah, dan Tuhanmu Yang Maha Pemurah, Yang mengajar manusia dengan perantaraan kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

E. FUNGSI DAN KEDUDUKAN AL-QUR’AN
FUNGSI AL-QUR’AN

1.Menguatkan serta membenarkan kitab-kitab terdahulu yang telah diturunkan Allah SWT
Dalam hal ini meriwayatkan dari Ubay bin Kaab bahwa”Sesuatu yang diturunkan di Injil dan Taurat itu seperti apa yang berada dalam Ummul Qur’an”1. Jadi dapat diambil benang merah bahwa apa yang ada dalam Al-Qur’an itu sudah mencakup apa saja yang ada dalam kitab Injil dan Taurat.

2.Petunjuk serta sebagai sumber informasi untuk menempuh kehidupan
Petunjuk yang dimaksudkan dalam Al-Qur’an meliputi petunjuk agama yang juga biasa disebut sebagai syari’at.2Disini juga Al-Qur’an selain merujuk pada syari’at ia juga menerangkan akidah, dan akhlak. Sedangkan dalam sumber informasi Al-Qur’an mengajarkan banyak hal mulai dari persoalan moral, keyakinan, prinsip ibadah, dan juga muamalah sampai pada asas-asas ilmu ilmu pengetahuan.3 Dalam petunjuk akidah dan juga kepercayaan manusia harus bahkan wajib dalam mempercayainya yang dimana kepercayaan tersebut meliputi iman pada Allah, para malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, kitab-kitab yang diturunkan-Nya serta pada hari akhir yang pasti dalam kejadiannya. Sedangkan dalam aspek hokum dan syariat, manusia dituntut untuk mengikuti apa saja yang baik dalam hubungannya pada Sang Kholik serta pada sesame makhluk. Adapun untuk akhlak dan moral menerangkan aspek-aspek norma keagamaan serta susila yang berhubungan dengan individu ataupun masyarakat.

3.Menjelaskan isi kandungan dan masalah-masalah yang pernah diperselisihkan oleh umat terdahulu

4.Sebagaiobat,danpembeda antara haq dan yang batil
ﻭﻧﻨﺰﻝﻣﻦأﻟﻘﺮﺁﺀﻥﻣﺎﻫﻮﺷﻔﺂءﻭﺭﺣﻤﺔﻟﻠﻤﺆﻨﻴﻦﻭﻻﻳﺰﻳﺪاﻟﻈﻠﻤﻴﻦإﻻﺧﺴﺎﺭﺍ٨٢
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan ( Al-Qur’an itu ) tidaklah menambah kepada orang-orang yang dzalim selain kerugian”. (Al-Isra’(17): 82)

5.Sebagai bukti kebenaran Nabi Muhammad
Bukti kebenaran tersebut dikemukakan dalam tantangan yang sifatnya bertahap, yaitu: pertama, menentang siapapun yang meragukannya untuk menyusun semacam Al-Qur’an baik itu seluruh Al-Qur’an maupun cuma satu surah dalam Al-Qur’an. Diantara maksud-maksud yang paling nyata ialah mengkokohkan Al-Qur’an bahwa Muhammad SAW yang menjadi utusan-Nya adalah benar-benar seorang ummy. Jadi Al-Qur’an dengan segala keistemewaannya benar-
benar sebuah mukjizat yang mengandung berbagai manfaat, terutama dalam hal ilmu pengetahuan.
Di dalam menerangkan garis-garis besar ini, Al-Qur’an memberi berbagai contoh teladan yakni dengan menerangkan secara ringkas sejarah umat dan para nabi terdahulu.
Al-Qur’an tidak menetapkan hokum dengan melihat kepada tiap kejadian satu persatu, baik yang sudah terjadi di setiap turunnya ataupun yang akan terjadi. Al-Qur’an menetapkan pokok-pokok dan dasar-dasar hokum agar dapat dipergunakan di setiap masa.


KEDUDUKAN AL-QUR’AN
 Kedudukan Al-Qur’an di dalam dasar-dasar islam
Tidak ada khilaf sedikitpun di antara umat islam, bahwa Al-Qur’an itu merupakan pokok asas bagi syari’at dan cabang-cabangnya. Dari Al-Qur’anlah diambil segala pokok-pokok syari’at dan furu’nya, juga darinyalah dalil-dalil syar’i diambil. Dengan demilkian dipandanglah bahwa Al-Qur’an itu dasar bagi syariat dan pengumpul segala hokum dalam syriat islam.
AllahSWTberfimandalamAl-Qur’ansuratAl-An’am:38 ﻭﻣﺎﻣﻦﺩاﺑﺔﻓﻲاﻷﺭﺽﻭﻻﺌﺮﻳﻄﻴﺮﺑﺠﻨﺎﺣﻴﻪإﻻأﻣﻢأﻣﺜﺎﻟﻜﻢﻣﺎﻓﺮﻃﻨﺎﻓﻲاﻟﻜﺘﺐﻣﻦﺷﻴﺊﺛﻢإﻟﻲﺭﺑﻬﻢﻳﺤﺸﺮﻭﻥ٣٨
Artinya: Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Qur’an.Kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.

 Kedudukan Al-Qur’an sebagai mukjizat
Mukjizat ialah perkara yang menyalahi kebiasaan(adat) yang digunakan untuk mengalahkan para penentangnya.4 Peng-I’jaz-an Al-Qur’an sendiri itu meliputi bahasa yang digunakannya yang menyangkut pada sastra, kata kata yang digunakan serta susunan-susunan kalimatnya yang begitu indah dan tersusun rapi. Begitu pula dalam pemberian keterangan yang menyankut pada sejarah zaman terdahulu ataupun zaman yang akan datang yang dimana setiap akal manusia tidak mampu untuk menggapainya. Al-Qur’an juga menerangkan tentang ilmu pengetahuan yang dimana saat itu manusia belum tahu akan hal tersebut dan pada masa kekinian ilmu pengetahuan menjadi suatu tolak ukur yang harus di perhitungkan.
Secara ringkasnya maziyyah atau keistimewaan Al-Qur’an adalah:
5. Memuliakan akal dan menjadikannya dasar untuk memahamkan hokum dan mengedalikan urusan
6. Menyama-ratakan manusia dengan meniadakan kelas yang dapat menimbulkan sebagian manusia menganggap dirinya lebih tinggi derajatnya dari pada lainnya.
7. Menerangkan sesuatu yang berfaidah dan menjadi ibrah dari berbagai kisah dan kejadian terdahulu.
8. Memberi petunjuk yang lengkap dan hokum-hukumnya sesuai dengan mashlahat segala bangsa, dalam segala zaman dan berbagai tempat.
Kedudukan Al-Qur’an dalam islam secara lebih ringkasnya adalah sebagai berikut:

1.Kitabul Naba’ wal Akhbar( berita dan kabar)
QS. An-Naba’(78):1-2
ﻋﻢﻳﺘﺴﺎءﻟﻮﻥ۠ﻋﻦاﻟﻨﺒﺈٱﻟﻌﻆﻴﻢ
Artinya: Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya? Tentang berita yang besar.

2.Kitabul Hukmi waSyari’at (hokum dan syari’at)
QS. A-Maidah ( 5 ) : 49 – 50
ﻭأﻥٱﺣﻜﻢ ﺑﻴﻨﻬﻢ ﺑﻴﻨﻬﻢ ﺑﻤﺎ أ ﻧﺰﻝٱﻟﻠﻪ ﻭﻻﺗﺘﺒﻊأﻫﻮآءﻫﻢ ﻭٱﺣﺬﺭﻫﻢ أﻥﻳﻔﺘﻨﻮﻙ
ﻋﻦﺑﻌﺾﻣﺂأﻧﺰﻝﺍﻟﻠﻪإﻟﻴﻚﻓﺈﻥﺗﻮﻟﻮاﻓﺎﻋﻠﻢأﻧﻤﺎﻳﺮﻳﺪﺍﻟﻠﻪأﻥﻳﺼﻴﺒﻬﻢﺑﺒﻌﺾﺫﻧﻮﺑﻬﻢﻭإﻥﻛﺜﻴﺮاﻣﻦﺍﻟﻨﺎﺱﻟﻔﺎﺳﻘﻮﻥ٤٩ أﻓﺤﻜﻢﺍﺠﺎﻫﻠﻴﺔﻳﺒﻐﻮﻥﻭﻣﻦأﺣﺴﻦﻣﻦاﻟﻠﻪﺣﻜﻤﺎﻟﻘﻮﻡﻳﻮﻗﻴﻨﻮﻥ
Artinya: Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka, dan berhati- hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu ,jika mereka berpaling ( dari hukum yang telah diturunkan Allah ), Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa- dosa mereka dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. Apakah hukm jahiliyyah yang mereka kehendaki, dan (hokum) siapakah yang lebih baik daripada (hokum) Allah bagi orang-orang yakin ?


3. Kikabul jihad(perjuangan di jalan Allah) QS. Al-Ankabut (29) : 69
ﻭاﻟﺬﻳﻦﺟﺎﻫﺪﻮاﻓﻴﻨﺎﻟﻨﻬﺪﻳﻨﻬﻢﺳﺒﻠﻨﺎﻭإﻥاﻟﻠﻪﻟﻤﻊاﻠﻤﺤﺴﻨﻴﻦ٦٩
Artinya: Dan orang-orang yang berijtihad untuk ( mencari keridhoan ) kami, benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami, dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.

4.KitbulTarbiyah(pendidikan)QS.Al-Imran(3):79 ﻣﺎﻛﺎﻥﻟﺒﺸﺮأﻥﻳﺆﺗﻴﻪاﻟﻠﻪاﻟﻜﺘﺐﻭﺍﻟﺤﻜﻢﻭﺍﻟﻨﺒﻮﺓﺛﻢﻳﻘﻮﻝﻟﻠﻨﺎﺱﻛﻮﻧﻮﻋﺒﺎداﻟﻲﻣﻦدﻭﻥﺍﻟﻠﻪﻭﻟﻜﻦﻛﻮﻧﻮاﺭﺑﻨﻴﻦﺑﻤﺎﻛﻨﺘﻢﺗﻌﻠﻤﻮﻥاﻟﻜﺘﺐﻭﺑﻤﺎﻛﻨﺘﻢﺗﺪﺭﺳﻮﻥ٧٩
Artinya: Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al-Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata: “Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah.” Akan tetapi ( dia berkata ): ”Hendaklah kamu menjadi orang- orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al-Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajirinya.

5. Minhajul Hayah ( pedoman hidup )
6.KitabulIlmi (ilmupengetahuan),
QS. Al-Alaq (96) : 1-5
ﺇﻗﺮﺃﺑﺴﻢﺭﺒﻚاﻟﺬﻱﺧﻠﻖ۞ﺧﻠﻖاﻹﻧﺴﺎﻥﻣﻦﻋﻠﻖ۞إﻗﺮأﻭﺭﺑﻚﻷﻛﺮﻡ۞اﻟﺬﻱﻋﻠﻢﻹﻧﺴﺎﻥﻣﺎﻟﻢﻳﻌﻠﻢ۞
Artinya : Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah, dan Tuhanmu Yang Maha Pemurah, Yang mengajar manusia dengan perantaraan kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

2 komentar:

sisma tri wulan mengatakan...

sangat berguna informasinya

izin copas ya mas :)

MUHAMMAD RASYIDI mengatakan...

iya silahkan
semoga bermanfaat yah.....
semangat...

Poskan Komentar