Pages

Minggu, 13 Desember 2015

SOSOK ALVIN DI MATA MANTAN KETUA HMJ TAFSIR HADIS UIN JAKARTA


Mahasiswa yang bernama lengkap Alvin Nur Khoironi itu adalah  Mantan Ketua bidang Penelitian dan pengembangan (Litbang) HMJ Tafsir Hadis UIN Jakarta periode 2013-2014 dan mantan ketua bidang Jurnalistik periode 2014-2015. Ia merupakan pribadi yang mengagumkan. Lantaran, pemuda yang akrab dipanggil Alvin itu memiliki jiwa akademis, pantang menyerah dan memiliki dedikasi yang tinggi. 

"Jiwa Akademik Alvin itu bagi saya luar biasa, sangat mengagumkan. Hati dan isi kepalanya cuma ada buku dan pena. Saya kagum dan terkesima, dia itu tak pernah kenal lelah membaca buku dan berdiskusi dan juga menulis. Bahkan dia tak pernah absen dalam setiap kajian rutinitas yang diakan oleh HMJ TH zaman saya dulu. Padahal dia kan juga di pesantren Darus Sunnah (Nama Pesantren mahasiswa di Ciputat yang concern terhadap ilmu-ilmu hadis). Dia adalah mahasiswa akademisi yang hebat dan pantang menyerah serta ikhlas dalam mengemban tanggung jawabnya" ujar Muhammad Rasyidi S. Th. I Ketua HMJ TH periode 2013-2014.
Selain itu, menurut Muhammad Yusuf  Ramadhan yang saat ini masih menjabat sebagai Ketua HMJ Tafsir Hadis , Alvin juga tipikal orang yang pantang menyerah. Mental pantang menyerah itu tercermin dalam berbagai keilmuan yang ia kaji. Terbukti dia juga pernah mensukseskan acara FKMTHI (Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadis se-Indonesia)  kemaren. Dan dia adalah ketua pelaksananya.
“Ada sekitar 40 lebih kampus yang hadir pada acara FKMTHI itu. Alvin semua yang mengkonsep acaranya. Baik dari proposal, rondown acara. Bahkan urusan pendaan juga dia yang ngurus. Padahal waktu itu dia juga sibuk ngurus majalah Nabawi (Majalah rutinitas bulanan Pesantren Mahasiswa Darus Sunnah)” tutur Presiden TH yang akrab dipanggil Ucup itu.
Tak hanya itu, Rabitul Umam, S. Th. I seorang mantan Wakil Ketua HMJ Tafsir Hadis dua periode yakni 2009-2010 dan 2010-2012 itu juga sangat mengenal sosok Alvin ini.
“Saya benar-benar terharu melihat perjuangan Alvin di Ciputat itu. Bayangkan, dia itu tinggal di mesjid daerah pisangan sebelum kuliah di Darsun. Sekalipun tinggal di masjid, tiap malam dia ngaji ke Darsun. Untuk bertahan hidup, dia selalu bikin poster atau kalender dan di jual kalau ada acara di kampus. Tahun kemaren saja, waktu ada acara haul Gusdur. Dia itu jualan kalender dan kaos bergambar Gusdur di depan pintu masuk rumah Gusdur di Ciganjur. Dan itu dia sendiri yang desaign”. Tutur Umam dengan raut muka terharu saat menceritakan kisah perjuangan Alvin di Ciputat.
Maka tak ayal. Dari kesemua orang dia atas yang pernah mencicipi Ketua HMJ Tafsir hadis itu sangat setuju dan sangat mendukung jika Alvin jadi Ketua HMJ TH nanti. Mereka semua sangat tidak menginginkan jika Jurusan yang pernah mereka urus itu dipimpin oleh orang yang tidak pernah merasakan bagaimana beratnya tanggung jawab mengurus Tafsir Hadis. Mereka berharap kepada semua Mahasiswa Tafsir Hadis yang mempunyai hak pilih untuk tidak ragu lagi dalam memilih Alvin dan Bahal sebagai Ketua HMJ Tafsir Hadis mendatang.

Alvin Nur Khoironi sudah mendaftar menjadi peserta Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua di Komisi Pemilihan Umum (KPU) UIN Jakarta. Dia berpasangan dengan mahasiswa Tafsir Hadis semester III yang bernama Bahal Siregar. Dan acara Pemilu Raya (PEMIRA) di kampus UIN Jakarta ini akan dilaksanakan pada tanggal 21 bulan Desember ini.

Senin, 30 November 2015

GARAM DAN MASA DEPANNYA DI INDONESIA


Nasib industri garam memang tragis. Tidak seperti industri baja, pertekstilan, atau sektor alas kaki yang memperoleh perhatian pemerintah dan diberikan sejumlah fasilitas, industri garam seolah dibiarkan hidup seadanya. Indonesia yang memiliki garis pantai sepanjang 95.181 km atau terpanjang keempat di dunia, terpaksa harus terus menerus mengimpor garam setiap tahun. Industri garam bahkan tidak pernah dikelompokkan ke dalam barang strategis kendati kebutuhan domestik sangat besar dan keberadaannya sangat vital dalam mencukupi kebutuhan dasar rakyat.

Terasa aneh memang jika kita mendengar bahwa Indonesia mengimpor garam. Timbul berbagai pertanyaan pada diri kita mengenai hal ini. Sebanarnya Indonesia Negara perairan atau tidak? Perairan Indonesia itu kekeringan ya? Pantai disekitar perairan Indonesia sudah habis ya karena abrasi? Kemana para petani garam Indonesia mereka berubah propesi ya? Kenapa Indonesia bisa mengimpor garam padahal perairan Indonesia sangat luas yaitu sekitar 3.287.010 km^2 dan pantainya sangat panjang sehingga disebut dengan Negara perairan.Indonesia memiliki pantai yang luas, seharusnya mampu menghasilkan garam yang banyak dan berkualitas, namun tidak untuk saat ini, kita belum mampu. Indonesia masih mengimpor garam untuk jenis garam industri, yaitu yang digunakan sebagai bahan baku atau katalis dalam berbagai jenis industri (misal: penyamakan kulit hewan, tekstil, dan kosmetik). Tentu saja untuk keperluan industri dibutuhkan garam berkualitas, namun lagi-lagi kita belum bisa memenuhi permintaan pasar untuk yang satu ini. Yah.. kemampuan petani garam kita sebagian besar baru sebatas untuk garam konsumsi (garam dapur) yang kebanyakan berada di kualitas ke-3.

Kebutuhan garam konsumsi untuk tahun 2012, sebesar 1,4 juta ton, sedangkan garam Industri 1,8 juta ton.  Kita telah hitung, melalui usulan dari Direktur Jenderal (Dirjen) Manufaktur Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan hasilnya, kita masih membutuhkan 533.000 ton garam kosumsi, dan itu dipenuhi  dengan impor. Selama ini pasar dalam negeri membutuhkan 2 jenis garam, yaitu garam yang diperuntukkan untuk konsumsi dan industri. Garam kosumsi dengan NACL sebesar 94,7 persen digunakan tidak hanya untuk konsumsi tapi juga pengasinan dan untuk kosumsi makanan manusia dan ternak. Sedangkan, garam Industri dengan kadar NACL 97 persen atau kadarnya lebih tinggi dari garam konsumsi, banyak digunakan untuk industri kulit, farmasi dan tekstil. Kebutuhan garam untuk industri 100 persen harus impor. Sedangkan untuk kebutuhan garam kosumsi dilakukan lebih pada penyerapan garam lokal, kekurangannya  baru dipenuhi lewat impor.

Ada apa dengan garam Nasional kita..??

Ada yang bilang ini ironis, Indonesia sebagai negara kepulauan dengan pantai yang sedemikian panjang tetapi tetap saja butuh importasi garam. Akan tetapi, mau tidak mau, suka atau tidak suka, itu memang harus kita lakukan karena hasil produksi tidak mampu mencukupi kebutuhan dalam negeri. Tahun ini saja, kita masih membutuhkan 533 ribu ton lagi garam untuk konsumsi dalam negeri. Kekurangan pasokan garam yang kita alami karena ada peran cuaca yang mempengaruhi kualitas dan kuantitas garam itu sendiri. Berfluktuasinya cuaca di Indonesia menyebabkan kualitas garam yang dihasilkan belum sebaik garam impor. Kondisi alam Indonesia yang demikian subur ternyata menjadi faktor yang cukup merugikan para petani garam. Curah hujan di Indonesia terlalu tinggi atau berkisar 1.200-1.400 mm per tahun, tingkat kelembapan 60%-80%, bulan kemarau 3-6 bulan, luas rata-rata per pegaraman hanya 1.000-1.200 ha (kecuali Sumenep 2.700 ha), sedangkan produktivitas lahan hanya 50-60 ton per ha.

Dari waktu ke waktu, areal pegaraman terancam semakin susut akibat adanya alih fungsi lahan, sehingga produksi secara nasional semakin mengecil. Akibatnya, kecil potensi lahan ideal yang tersedia untuk industri pegaraman. Madura, yang menjadi basis produksi garam terbesar di Indonesia, bahkan hanya memiliki panjang kemarau kering berkelanjutan selama sekitar 5 minggu. Pemerintah pernah melakukan survei udara. Hasilnya, dari total panjang pantai di Indonesia, hanya 34.000 hektare pantai yang memenuhi persyaratan produksi garam, sedangkan yang betul-betul efektif dimanfaatkan baru sekitar 18.000 ha [52,94%]. Dari total produksi garam dunia sekitar 240 juta ton per tahun, Indonesia hanya mampu menghasilkan 1,2 juta ton. Produsen terbesar garam di dunia dipegang China dengan produksi 48 juta ton per tahun, diikuti India (16 juta ton), Australia (12 juta ton), Thailand (3 juta ton), dan Jepang (1,4 juta ton). Di dalam negeri, dari total kebutuhan sekitar 2,79 juta ton pada 2008, industri garam (termasuk garam rakyat), hanya mampu memasok 1,03 juta ton sehingga sekitar 1,63 juta ton garam atau setara 157,89% pasokan tambahan harus dipenuhi dari impor. Kebutuhan garam pada 2008 dialokasikan untuk sektor konsumsi (garam iodisasi) seperti rumah tangga, industri makanan, pengasinan ikan, dan pakan ternak sebesar 1,12 ton. Konsumsi garam noniodisasi (garam perminyakan, industri nonpangan/chlor alkali, perkebunan, farmasi, berkadar garam (NaCl) sekitar 90%-98,5%) mencapai 1,67 juta ton.


Proyeksi kebutuhan garam nasional (ton)

Tahun
Industri CAP (chlore alkali)
Garam rumah tangga
Industri aneka pangan/ pembersih
Total
2009
1.461.000
686.000                
631.160
2.778.160
2015
1.848.631
744.780
710.788
3.304.199
2030
3.329.280
910.718
956.628
5.196.626

Sumber: Depperin, BPS, diolah

Realisasi impor garam nasional pada 2006-2008 (ton)

Tahun
Iodisasi
Noniodisasi
Jumlah
2006
146.979
1.446.348
1.593.327
2007
191.173
1.447.368
1.638.541
2008
  88.500
1.542.293
1.630.793

Sumber: Depperin
Direktur Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dan Pengembangan Usaha Kementerian Kelautan dan Perikanan Anshori Anwar, Minggu, mengatakan, saat ini masih sangat minim ahli garam dari kalangan akademisi."Itu yang menjadi salah satu penyebab Indonesia terlambat swasembada garam. Namun, saat ini ada beberapa kampus yang mulai melakukan penelitian soal garam dan diharapkan akan banyak ahli dari sana," kata Anshori.

Stagnasi produksi garam terhadap konsumsi yang terus bertumbuh dari tahun ke tahun menyebabkan Indonesia tidak bisa melepaskan ketergantungan impor garam. Impor terbesar garam nasional selama ini didatangkan dari Australia. Namun, jika konsumsi dapat dipenuhi seluruhnya dari impor, mengapa harga garam petani merosot ?
Menurut Atih Suryati Herman (Komisaris Utama) PT.Garam, salah satu penyebabnya adalah penumpukan stok produksi. Pada 2007, bahkan terjadi kelebihan pasokan garam 200.000 ton. Saat itu, produksi garam nasional hanya mencapai 780.250 ton, sedangkan impor membeludak sebesar 1,826 juta ton sehingga jumlah pasokan nasional pada 2007 mencapai 2,61 juta ton, sementara total konsumsi hanya 2,40 juta ton, sehingga harganya cenderung jatuh.

Beliau menganggap naif orang yang berpikir bahwa potensi produksi garam berbanding lurus dengan panjang dan luas pantai. Banyak orang bilang Indonesia punya garis pantai begitu luas, tapi kenapa masih impor garam. Ini sebenarnya pendapat yang sangat naif, katanya. Garam dan air laut memang sama-sama asin, tetapi ada tiga syarat vital kalau kita ingin memproduksi garam sesuai standar. Pertama, air laut sebagai bahan baku harus memiliki kadar garam yang tinggi. Kadar garam bisa tinggi jika di pantai itu tidak terdapat muara sungai sehingga air laut harus jernih. Selain itu, pasang surut air laut yang mencapai permukaan daratan tidak lebih dari 2 meter. Kedua adalah pantai/daratan sebagai ladang pegaraman utama dengan tinggi sekitar 3 meter di atas permukaan laut sehingga air laut tidak boleh porous atau merembes ke dalam tanah (ladang). Untuk ladang perorangan dibutuhkan minimum 1 hektare, sedangkan untuk perusahaan sedikitnya 4.000 hektare. Ketiga, iklim sebagai sumber energi. Curah hujan di suatu pantai ladang garam maksimal berkisar 1.000 milimeter 1.300 milimeter (mm) per tahun dengan tingkat kemarau kering berkelanjutan sedikitnya 4 bulan per tahun, jarang mendung dan berkabut serta kelembapan yang rendah (terus-menerus panas). Jadi, betapa pun panjangnya luas pantai di Nusantara, jika tiga persyaratan umum itu tidak terpenuhi jangan berharap Indonesia menjadi produsen garam utama di dunia.

Jika alasan mengimpor garam adalah karena garam hasil dari Indonesia kurang asin atau kurang berasa, apakah pemerintah sadar kalau selama ini mereka pernah memperdulikan para petani garam seperti memberikan infrastruktur yang bagus dan memadai serta menyediakan bagi para petani garam peralatan – peralatan yang diperlukan untuk proses pengolahan garam. Pemerintah jangan Cuma hanya meminta hasil yang maksimum saja dari petani garam tanpa menyadari hal apa saja yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk mendukung pembuatan garam di Indonesia. Para petani garam juga memerlukan peralatan dan infrastruktur yang memadai untuk menghasilkan garam yang maksimum, jika infrastrukturnya juga tidak memadai otomatis hasilnya akan kurang bagus sehingga rasanya kurang asin.

KKP bersama Kementerian Perindustrian dan stakeholder terkait telah memperoleh solusi mengatasinya, yakni penggunaan suatu formula untuk menjadikan garam nasional kita berkualitas satu. Tapi mungkin masih membutuhkan waktu tuk dirilis. Sebut saja Ramsol kepanjangan dari Garam Solusi, yaitu sebuah hasil temuan dari mantan seorang PNS Departemen Perindustrian dan Perdagangan, Hasan Achmad Sujono, yang memang fokus terhadap permasalahan garam di Indonesia. Beliau telah menciptakan suatu bubuk yang dapat meningkatkan kualitas garam. Semoga saja suatu saat nanti berkat temuan beliau, Ramsol dapat memajukan industri garam rakyat setara dengan garam kelas industri di luar negeri, sehingga kita tidak perlu lagi mengimpor garam.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rachmat Gobel mengatakan untuk meredam banjirnya impor garam yang merugikan petani, pemerintah harus bertindak cepat memperbaiki pengawasan dan selektif memberikan izin impor sehingga penyerapan garam petani dapat berjalan baik. Selain itu, posisi tawar petani garam harus ditingkatkan dengan cara memangkas jalur distribusi yang berpotensi menggerus harga garam petani. Yang paling penting di antara semuanya adalah upaya restrukturisasi dan modernisasi teknologi industri garam sehingga meningkatkan produktivitas luas lahan pegaraman yang sempit. Intinya ada pada nilai tambah, terangnya. Di samping upaya kontrol dan verifikasi impor, pemerintah harus memperbaiki tata niaga melalui mekanisme stabilisasi pasokan agar
neraca kebutuhan seimbang. Jika relokasi lahan di luar Madura sulit direalisasikan, pemerintah dapat melakukan langkah intensifikasi dan ekstensifikasi lahan pegaraman di wilayah Madura dengan penetapan tata ruang yang jelas sehingga paradoks industri garam bisa segera diakhiri.

Terlepas dari kebijakan pergaraman nasional yang masih amburadul, tampaknya pemerintah sejauh ini memang tidak memiliki keinginan sedikit pun untuk menjadikan negeri ini mandiri dalam memenuhi kebutuhan garam nasional. Pemerintah-dan tentu saja PT Garam-terlihat pasrah begitu saja atas kondisi alam Indonesia yang dinilai tidak memenuhi tiga persyaratan umum tadi, dan lebih memilih menjadikan negara ini sebagai net importir. Padahal jika ditengok lebih jauh, Jepang yang merupakan negara dengan empat musim dan juga memiliki banyak muara sungai ternyata mampu memproduksi garam lebih banyak daripada Indonesia, begitu pula dengan Australia dan negara lainnya. Apabila diteliti lebih jauh, kondisi alam di hampir semua negara produsen garam di dunia, ternyata juga tidak sepenuhnya memenuhi tiga persyaratan umum yang disebutkan Atih. Namun, faktanya mereka mampu memproduksi garam lebih banyak daripada Indonesia. Mengapa ? Sebab mereka memiliki kemauan sehingga akhirnya tercipta teknologinya. Kalaupun Indonesia tidak mampu menciptakan teknologinya, mengapa pemerintah dan PT Garam tidak membeli saja teknologinya dan belajar dari mereka, bukannya malah pasrah pada keadaan. Untuk itu, jangan pula dibilang ‘naif‘ jika ada sebagian orang yang berpikir bahwa jangan-jangan Pemerintah (PT Garam) sengaja memilih menjadi importir karena jauh lebih nikmat ketimbang menjadi produsen yang serba merepotkan. Jika mau fair semestinya pemerintah mengaudit secara menyeluruh terhadap PT Garam termasuk aktivitas impornya.

Kesimpulan dari tulisan di atas adalah:
1.      Karena produksi garam lokal masih belum bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri. Yang terpenuhi hanya kebutuhan garam dapur saja, itupun kurang asin, sebab kualitasnya kalah jauh dari  garam impor, karena terkendala oleh cuaca, teknologi dan lain sebagainya. Sedangkan untuk garam industri masih belum bisa terpenuhi.
2.      Ada tiga syarat vital untuk menghasilkan kualitas garam yang sesuai standar,yang pertama yaitu, air laut sebagai bahan baku harus memiliki kadar garam yang tinggi. Kadar garam bisa tinggi jika di pantai itu tidak terdapat muara sungai sehingga air laut harus jernih. Selain itu, pasang surut air laut yang mencapai permukaan daratan tidak lebih dari 2 meter. Kedua adalah pantai/daratan sebagai ladang pegaraman utama dengan tinggi sekitar 3 meter di atas permukaan laut sehingga air laut tidak boleh porous atau merembes ke dalam tanah (ladang). Untuk ladang perorangan dibutuhkan minimum 1 hektare, sedangkan untuk perusahaan sedikitnya 4.000 hektare. Ketiga, iklim sebagai sumber energi. Curah hujan di suatu pantai ladang garam maksimal berkisar 1.000 milimeter 1.300 milimeter (mm) per tahun dengan tingkat kemarau kering berkelanjutan sedikitnya 4 bulan per tahun, jarang mendung dan berkabut serta kelembapan yang rendah (terus-menerus panas).
  
Sedikit masukan dari para petani garam. Seharusnya pemerintah tidak hanya tinggal diam saja, mereka harus mencari solusi dengan cara memberikan infrastruktur yang bagus dan memadai serta menyediakan peralatan-peralatan yang diperlukan oleh para petani untuk proses pengolahan garam. Dengan begitu kualitas garam yang dihasilkan akan lebih baik dan lebih banyak. Selain itu pemerintah juga harus memperhatikan kesejahteraan para petani, karena para petani garam merasa mereka kurang diperhatikan oleh pemerintah. Masyarakat pun juga bisa ikut andil untuk menemukan solusi dari masalah ini dengan cara melakukan penelitian dan juga menciptakan teknologi yang bisa memudahkan para petani garam. Seperti yang dilakukan oleh mantan PNS dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Ingat ! Solusi tanpa aksi, bagaikan sayur tanpa garam.   



Jumat, 27 November 2015

DRAMATURGI TRANSENDENTAL PETANI TEMBAKAU; oleh Pribumi atas Pribumi

           
Penulis di sini ini tidak bermaksud untuk melakukan aksi rasisme dalam tulisan ini. Tulisan ini hadir atas keluhan masyarakat yang mereka berprofesi sebagai petani. Apa yang mereka alami ternyata berbeda jauh dengan apa yang diwacanakan oleh orang banyak, kalau boleh penulis katakan, dengan meminjam bahasa Prof. Dr. Nur Syam seorang guru besar sosiologi agama UIN Sunan Ampel. “Dramaturgi Transendental atas Petani Pribumi oleh Pribumi”.
Pernyataan yang tak jarang kita dengar di kalangan orang banyak (pribumi) adalah, “hati-hati dengan orang asing (China)”. Pernyataan tersebut seakan menjadi bahasa ampuh untuk menumbuhkan rasa benci terhadap orang non pribumi yang tinggal di Indonesia. Akibat dari pernyataan tersbut, akhirnya masyarakat mengalami ksisis truth (krisis kepercayaan) terhadap orang non pribumi, dalam hal ini juga sama dengan apa yang dilakukan oleh para petani.
Petani adalah sebuah profesi yang sangat mulia. Jika tidak ada petani di negeri ini, maka kemungkinan negara kita ini akan selalu mengalami ketergantungan kepada negara-negara asing, jika tidak ada petani, kita tidak akan bisa makan. Dan bila kita lihat mayoritas penduduk Indonesia ini berprofesi sebagai petani.
Seorang petani yang begitu ikhlas, gigih, serta rela berpanas-panasan di bawah terik matahari, hanya untuk menjadikan hasil tanamannya bagus hingga bisa dijual dengan harga yang cukup tinggi, dan biaya dari hasil penjualan tanaman tersebut semata-semata untuk membiayai keluarganya. Tanaman yang berpendapatan besar biasanya tanaman tembakau.
Indonesia merupakan penghasil tembakau terbesar keenam di dunia http://komunitaskretek.or.id/ragam/2013/03/6-negara-produsen-tembakau-terbesar-dunia/ . oleh sebab itu, apabila tembakau di negeri ini anjlok, maka besar kemungkinan APBN kita akan menurun drastis.
Ada beberapa permasalahan yang pernah penulis dengar dari para petani, khususnya petani tembakau diantaranya:
Pertama, ketidak jelasan harga. Petani tembakau cenderung tidak mengetahui berapa harga hasil tanamannya (tembakau) pada setiap musimnya. Mereka hanya bermodalkan percaya kepada bos atau pengusaha tembakau serta berharap dan berdoa agar hasil tembakaunya laku dengan harga tinggi. Harga tembakau dengan sewenang-wenang ditentukan oleh perusahaan atau pemodal tanpa diketahui oleh para petani, dan untuk menentukan harga, biasanya perusahaan mengundang petani yang pro terhadap perusahaan tersebut dan itupun hanya sedikit petani yang diundang. Biasanya, alibi yang digunakan oleh pemodal jika ingin menentukan harga adalah faktor musim atau cuaca, jika cuaca saat menanam tembakau itu mendukung, maka harga tembakau kemungkinan tinggi, begitu juga sebaliknya jika cuaca buruk, maka harga tembakau akan menjadi anjlok. Padahal barometer kualitas tembakau itu bukan dengan cuaca, banyak sekali tembakau yang hasilnya bagus di saat cuaca buruk. Untuk menentukan kualitas tembakau itu dari bibit tembakau itu sendiri, bila bibitnya bagus maka tak bisa diragukan lagi akan melahirkan kualitas tembakau yang bagus pula. Praktek permainan harga kebanyakan dilakukan oleh orang pribumi atau sesama saudara setanah air sendiri, karena orang pribumilah yang lebih banyak mengerti dan mengetahui kondisi lapangan dibanding bos-bos Asing (China) lainnya, sehingga dengan semena-mena mereka (pribumi) mempermainkan saudaranya sendiri. Para pemodal yang pribumi sering membeli hasil tanaman saudaranya sendiri dengan harga murah, hal ini berbeda dengan pemodal asing, dia sering membeli tembakau para petani dengan harga yang relatif tinggi, dan akhirnya mayoritas di mata para petani tembakau, mereka lebih memilih menjual tembakaunya kepada pemodal asing, bukan kepada saudaranya sendiri yang suka membuli, padahal mereka sering memakai peci.
Kedua, PPHP (Pemodal Pemberi Harapan Palsu). Para petani tembakau yang hasil tanamannya tidak laku biasanya mereka menitipkan kepada pemodal untuk dimasukkan (dijual) ke pabrik dengan kesepakatan biasanya pemodal itu memberikan seperempat sampai setengah harga di pasaran kepada petani tersebut. Dan yang terjadi mayoritas pemodal tersebut selalu mengatakan tidak laku, padahal sebenarnya tembakau tersebut sudah masuk gudang (pabrik). Dan praktek ini juga banyak dilakukan oleh pemodal pribumi sendiri.
Ketiga, subsidi pemerintah yang tidak berkualitas. Pemerintah dalam hal ini kementrian pertanian memang punya keinginan yang baik untuk memajukan pertanian di Indonesia, maka dari itu pemerintah sering memberikan subsidi kepada para petani. Subsidi yang diberikan kepada petani khususnya petani tembakau biasanya berupa pupuk dan bibit. Hal ini penulis tidak menyalahkan pemerintah, akan tetapi kekurangan dari subsidi yang pemerintah berikan kepada para petani tembakau selalu menggunakan sistem tender. Jika sudah menggunakan sistem tender, maka harga yang termurah itulah yang akan lolos dalam tender tersebut (diluar permainan pemerintah dengan pemenang tender). Jika sudah begitu maka, yang menjadi korban tak lain adalah para petani tembakau itu sendiri, karena bila subsidi (pupuk/bibit) murah, maka bibit/puput tersebut akan berkualitas buruk dan nantinya akan berdampak pada keburukan tembakau itu sendiri.
Itulah sekelumit “permasalahan (Dramaturgi) yang tak jarang orang mengetahui dan tak menyangka itu bisa terjadi (Transendental)” yang didera oleh para petani tembakau saat ini dan mungkin sudah sejak dulu, oleh sebab itu sebagai penutup penulis ingin memberikan sedikit masukan kepada pemerintah yaitu:
1. Untuk menghindari terjadinya permainan harga di kalangan elit pengusaha tembakau. Agar dibentuk PERDA/PERGUB tentang harga tembakau, supaya menjadi patokan bagi para bos-bos yang nakal. http://www.lombokpost.net/2015/11/25/harusnya-ada-perda-harga-tembakau/ 
2. Untuk menjaga kualitas tembakau, maka subsidi pemerintah (Kementrian Pertanian) tidak usah menggunakan sistem tender, lebih baik langsung di berikan kepada kepada desa masing-masing atau kepada kelompok tani masing-masing di setiap daerah. 

Rabu, 25 November 2015

TRANSKIP WAWANCARA DENGAN SETYA NOVANTO TENTANG KASUS FREEPORT

iTalk Setya Novanto di iNews tv Segmen 1

Telah bergabung bersama kita, ketua DPR pak Stya Novanto.
Mmodeator: Pak...apakah benar ada rekaman pembicaraan bapak dengan dirut freeport Indonesia?
SN: saya gak tau ya, apakah itu rekaman. Karena sampe sekarang, saya belum tau, saya belum menerima, tapi tentu sejak awal saya sudah merasakan sejak awal sudah hal-hal yang sangat mencurigakan  di hal pertemuan-pertemuan saya.
Moderator: oh.. jadi bapak sudah curiga. Itu pak prtemuan nya berapa kali pak?
SN: saya bertemu tiga kali
Moderator: bulan apa itu pak?
SN: jadi...yang pertama itu bulan April. Terus saya lupa yang kedua dan yang ketiga
Moderator: saya inget pak..tanggal 13 bulan enam, oh salah bulam lima, dan yang terakhir tanggal 8 bulan Juni.
Moderator: oke..nah itun inisiatifnya siapa pak untuk pertemuan yang pertama itu.
SN: jadi yang pertama ini memang...jadi presdir sodara MS ini  minta waktu kesini, jadi ke kantor saya dan sudah membawa data-data dan menyampaikan datanya mengenai program bagaimana Freeport ya. Dan bagaimana keinginan di dalam devistasi , dan melakukan perpanjangan ini. Mohon dalam perpanjangan ini bisa diperpanjang, dan intinya juga masalah yang berkaitan akan membangun smelther . smelther ini, memang sudah minta tolong agar bisa dibangun di Gresik. Saya tanya  itu, apa alasan-alasannya. Diceritakanlah di Papua ini masih rawan, listrik  belum ada gitu ya.. Cuma yang masih inget berkali-kali disampaikan itu. Ini Klo tidak dilaksanakan dalam waktu dekat, yaitu pada bulan Juli di 2015, jadi ini kali gak dilakukan maka ini akan kena arbitrase Internasional.
Moderator: dilakukan dalam arti? Perpanjangan?
SN: iya perpanjangan. Jadi setelah itu memang saya berfikir betul waduh...ini untuk kepentingan perpanjangan ini arbitrase itu saya fikir...fikir ini.... waktu dua jam emang tentu menceritakan semua, tapi setelah kembali pulang  itu saya selalu berfikir kalo sampe ada maslah bagaimana ya. Ya saya berfikir saat saya bertemu presiden, akan saya sampaikan gitu bahwa intinya freeport ini minta perpanjangan dan kalo tidak ini kena arbitrase internasional. Ini yang fikirkan saya sebagai nasionalisme bangsa Indonesia. Tentu saya harus memikirkan untuk kepentingan adalah rakyat yang ada di Papua. Nah ini yang saya fikirkan gitu lo pak Arya.
Moderator: jadi semua inisiatif ini berasal dari Freeport  sendiri?
SN: dari pertemuan itu adalah kemaren inisiatif daripada Dirut Freeport itu sendiri.
Moderator:  tapi kok jadi yan merekam. Kan itu kan hanya ini ya pak ya, apakah mungkin yang merekam itu dia gitu?
SN: gini ya pak ya... setelah adanya beredar yah, artinya beredar dari temen-temen membawa transkip-transkip itu. Saya mulai berfikir itu, karena dari awal itu, pada saat pertemuan kedua itu sudah mulai berfikir ini ada hal-hal yang saya itu selalu ngeganjel terus lah ya. Tapi kalau yang kedua itu lebih jauh lagi, karena waktu cerita dengan teman-eman gitu ya. Ahirnya adajuga pak Muhammad Reza begitu, wah ternyata kan musti hati-hati ini. Jadi, saya fikir-fikir ini apakah mau memblackmil saya gitu.
Moderator: oh iya jadi, gini pak yah..bapak melihat ini memblackmil bapak gitu stelaha masalah rekaman ini?
SN: saya berfikiran itu akhirnya kesitu , karena ini kok ada sesuatu gitu dan kenyataannya sekarang waduh  ini kok ada rame gitu , akhirnya baik temen saya mengatakan  waktu yang ketiga itu atau yang keluar darisana itu sudah menyampaikan . eh kok ada curiga yah, berkali-kali menanyakan seseorang. Kedua juga masalah saham gitu . itu yang dikatan bahwa dia akan divestasi tidak bisa 51% harus 30% gitu.
Moderator: jadi yang menawarkan devistasi itu mereka atau bapak sebenernya, atau misal orang lain gitu pak?
SN: lha mereka kan menyampaikan mau rencana divestasi ini 30%, saya bilang wah kalau pemerintah itu minta 51% gimana? Wah dikasihlah undang-undangnya gitu. saya fikir-fikir ni, ya ini karena untuk kepentingan Nasional yah, jadi tentu saya harus hati-hati gitu.
Sebenernya: oke, jadi.. bapak melihat bahwa sekarang ini dengan adanya rekaman dikeluarkan apalagi ni inisiatif pertemuan itu dari Freport adalah untuk memblackmil bapak?
SN: saya kalau sekarang ini ternyata ada transkip demikian, akhirnya saya meremind terus apa kata-kata daripada Muhammad Reza, ini saya terus merimind wah bener juga itu, saya pikir wah ini, ini blackmil ini. Kok saya sebagai ketua DPR Republik Indonesia ya, kok saya rasakan dilakukan demikian gitu, ini kan tentu ada sesuatu yang, hal-hal yang gak tau pemikirannya bagaimana gitu.
Sebenernya: kira-kira menurut bapak, apa tujuan mereka blackmail klo memang itu blackmail gitu?
SN: menurut saya begini ya, kalo saya lihat ini kan intinya ingin memperpanjang ya, sedangkan kita, setiap rapat dengan pimpinan-pimpinan DPR dan pada saat, saya pernah juga expose di koran-koran saya sampaikan kepada presiden itu. Presiden itu jelas, ini harus dengan dasar aturan yang berlaku , jadi aturan yang berlaku, dan memang ada beberapa kewajiban yang harus diselesaikan. Jadi betul-betul presidean ini sangat hati-hati, sangat ingin untuk kepentingan dangsa dan negara dan apalagi ini adalah freeport ini adalah kepentingan untuk rakyat Papua, kepentingan rakyat tapi khususnya di Papua, ini beliau ingin bahwa smelther ini harus dibangun dan perpanjangan ini juga harus melalui devistasi yang jelas, itu jelas presiden itu menyampaikan.
Sebenernya: nah mengenai dikatakan bahwa bapak mencatut nama Jokwi, JK  untuk saham apakah benar pak?
SN: ini ya...kalo saya mencatut nama presiden dan wakil presiden , ini pak Arya, presiden dan wakil presiden adalah simbol negara. Simbol negara yang harus diperhatikan, yang harus dijaga. Kenapa saya harus mencatut, orang saya ini kan ketua DPR, kita mempunyai tugas yang sama untuk menjalankan fungsi dan tugasnya, saya bisa mengatakan pembicaraan langsung dan sendiri, saya fikir saya tidak perlu harus mencatut , dan satu ya yang saya lihat itu bahwa presiden itu, kalo itu buat kepentingan bangsa dan negara dan kepentingan rakyat ya, itu memang priorotas, makanya saya tentu yang jadi ketua DPR ini kan atas nama juga yang mewakili rakyat, jadi saya harus memikirkan betul-betul kalau itu kepentingan rakyat, tapi kenyataannya pak Arya, setelah  dalam pertemuan-pertemuan yang saya lihat ya, DPR itu tetep menolak, devistasi itu tetep menolak. Karena ada beberapa hal yang harus dilakukan ya, jadi ini buktinya bahwa tidak pengaruh apapun dengan pertemuan itu, pimpinan-pimpinan tetep tidak ada pengaruh.
Moderator:karena emang komisi 7pun saya lihat bulan Oktober yang lalu itu masih menolak devistasinya itu, perpanjangan.
SN: ya divestasi, dan juga ada hal-hal yang masalah berkaitan dengan masalah eksport juga mereka sudah berikan suatu warning ya. Ada beberapa hal yang memang saya lihat tuh DPR tetep konsisten bahwa ini, ini memang domain pemerintah untuk melakukan itu, tapi keputusan ka ada di DPR, jadi ini persoalan yang masih sangat panjang yang harus dilakukan, sehingga DPR itu melihat, bahwa ini pak Arya, bahwa ini hal-hal yang harus dievaluasi secara jelas, dan itu selalu setiap pimpinan-pimpinan itu selalu tetep mengadakan evaluasi-evaluasi mengenai ini gitu, jadi kita gak sendiri, kita harus lihat , yang terkait juga kita harus lihat, bagaimana evaluasinya, apa yang harus dilaksanakan, apakah ini harus diperpanjang atau tidak, itu pak Arya.
Moderator: jadi, bapak tidak mencatut nama presiden Jokowi dong?
SN: ya nggak lah pak Arya, masak kita nyatut nama presiden.
Moderator: iya memang saya lihat transkipnya, bapak sama sekali tidak sebut nama itu gitu.
SN: kalau kita mencatut itu kan, masak saya harus mencatut nama presiden, kan ini juga ketua DPR masak mencatut, ya udah bisa.
Moderator: pakek nama sendiri ketua DPR juga bisa gitu pak ya?
Sn: iya lah ha..ha..ha..
Moderator: nah ini pak, mengenai pak Sudirman Said, ini ko tiba-tiba pak Sudirman Said begitu hot untuk membuka sampe melaporkan bapak ke MKD. Tapi pak kita akan jawab setelah yang satu ini. Pemirsa, kami akan kembali lagi setelah yang satu ini.

iTalk Setya Novanto di iNews tv Segmen 2

Moderator: pemirsa, kita kembali lagi di iTalk, pak Setyanto bahwa tadi kita bicara mengenai bahwa pak Sudirman Said tiba-tiba kemaren buka kasusnya, bawa ke MKD dan mengatakan bahwa ada anggota DPR yang mencatut nama Jokowi-JK, dan tadi bapak katakan bahwa tidak mungkin bapak mencatut, malah kalau lihat transkipnya bapak tidak sama sekali menyebutkan kata-kata itu. Nah katanya mengenai sahamnya apakah memang ada bapak minta-minta saham dan bagaimana, atau sebenernya bagaimana pak?
SN: ha..ha.. ini pak, saya ini juga heran ya, sekarang begini ya, kita ini harus hati-hati pak Arya. Bahwa kita harus menjaga kode etik yang ada di Indonesia, dan juga kode etik bagi perusahaan-perusahaan Amerika di seluruh dunia. Karena ini, bahwa kode etik ini sangat mendasar, karena disana sudah dikenal betul-betul pak Arya. Mengenai yang berkaitan dengan florin, corruption, praktis x. Jadi segala sesuatu, mulai pengeluaran 100 ribu, 1 juta, maka, apalagi saham. Saham ini saham besar, duit dari mana, itu harus jelas semua, dan ini betul-betul saham ini harus dipublik, diklosur, jadi gak mudah nih pak Arya masalah saham.
Moderator: gak mungkin tiba-tiba langsung keluar begitu saja pak yah?
SN: gak bisa, susah sekali. Apalagi Indonesia, sekarang coba bayangkan. Kita 40 tahun sahamnya masih 9%, apalagi sekarang minta 1%, susahnya bukan main, jadi kita apalagi saya tidak mungkin untuk minta saham gitu, saya rasa kok.
Moderator: katanya saham untuk pak Luhut, pak JK 11%, 9% itu gimana pak?
SN: saya rasa, saya tidak pernah mengatakan saham untuk ini, saham untuk ini gak pernah pak Arya.
Moderator: oke, tapi di draf itu ada yang R menyebutkan bahwa saham untuk pak Luhut dan pak JK.
SN: nah, gini kalo R ini kan, dia ini kan karena dia curiganya tinggi, dia kan pasti menanyakan seolah eh, kalau saham ini bagaimana, itu pihak si A ini pernah suap swasta itu misalnya aja untuk ya sebutlah mau beli saham gitu yah, ini kan Cuma pengan tau, tapi yang ini kan tidak pernah, nanti coba dilihat secara jelas, malahan sebaliknya, saya lihat nih, nanti tanyakan kepada saudara Muhamma Reza, saya mudah-mudahan gak salah ya, tapi saya yakin, sampe malah ditawarkan, pak Reza kok gak beli sahamnya. Wah katanya pak Reza saya gak bidang ini dan saya gak punya uang segitu besar.
Moderator: jadi memang yang menawarkan saham ini malah Freeport sendiri ya pak? Ke Rezanya gitu?
SN: ini ke Reza yah, tapi gini deh, coba tanyakan ke Muhammad Reza, mudah-mudahan saya gak salah ya. Itu saya bener-bener ingin sekali tuh, jadi dengan gayanya Reza itu kan memang ya betul-betul. Itulah yang selalu difikarkan sama Muhammad Reza setelah kembali, waduh kok gue ditawar-tawarin saham ya, dia bilang, itu saya mikir-mikir itu ada kata-kata waktu pulang itu, jadi saya juga akhirnya kemare waktu ketemu eh lo inget gak, katanya, gua waktu ditawar-tawarin saham? Gua kan gak mau, katanya. Gua bilang iya gua inget sih kata dia gitu, lah ini, ini, tapi silahkan lah tanya kepada yang bersangkutan ya, karena saya waktu itu disebelahnya, jadi saya mendengarkan lah masalah itu gitu.
Moderator: sebenarnya pak, niatnya Freeport melobi-lobi DPR ini apa sebenernya? Sampe ke tempat bapak, sampe pertemuan 3 kali kemuadian menawarkan saham ke Muhammad Reza dan sebagainya gitu?
SN: nah saya gak tau ya, ini eee motivasinya apa ya, tapi yang jelas, kalo ini betul-betul adanya suatu rekaman ya, saya betul-betul menyesalkan ya. Tujuan saya baik, bahwa hal ketua DPR itu tentu ada orang yang dateng ya, minta tolong, minta ini, nah begitu pula hal-hal yang menyangkut masalah hal yang penting pada saat saya ketemu presiden, pasti kita akan sampaikan ya, tapi harus betul-betul dengan presiden sama, kalau memang itu untuk koridor dan untuk sesuatu yang dengan sesuai dengan undang-undang tertentu, pasti itu dibicarakan.
Moderator: nah, ini pak mengenai pak Sudirman Said, kita tau bahwa Januari 2015 juga, pak Sudirman Said itu sudah mengatakan bahwa Freeport itu layak untuk diperpanjang, ini kok bisa tiba-tiba sekarang pak Sudirman Said juga membuka mengenai rekaman ini gitu, niatnya pak Sudirman Said kira-kira menurut bapak apa ya? Kok tadi Freeport bapak bilang jangan-jangan bapak diblackmil, nah kalo pak Sudirman Said ini niatnya apa pak?
SN: ha..ha.. saya ini. Saya ini bener-bener tuh juga berfikir hubungan saya dengan pak Sudirman tuh baik yah, kalo ketemu dia juga selalu menyalamin saya, dateng ke saya gitu, saya malahan gak masuk di akal saya betul-betul ni pak Arya, apa gitu, apa yang menjadi keinginan dari pak Sudirman Said terhadap saya gitu, saya bingung  juga gitu, karena saya gak pernah memberikan hal-hal yang negatif, maupun nyampaikan hal-hal yang negatif begitupula juga pak Sudirman juga setiap saya ketemu di istana juga begitu dia dateng memberikan salam, saya di Surabaya juga tau-tau dia dateng dari bersama-bersama presiden, presiden udah jalan, dia khusus mendatangkan saya.
Moderator: itu September pak Sudirman Said udah mau ini lo, merubah peraturan dari perpanjangan tu biasanya 2 tahun  dimundurkan jadi 10 tahun gitu.
SN: waduh, itu yang selalu ya temen-temen di DPR itu membicarakan ini secara khusus.
Moderator: sampe pak Rizal Ramli, sampe ribut itu kan sama dengan, sama pak Sudirman Said gitu lo.
SN: iya.iya... saya juga lihat ya, saya lihat di media, di TV, berapa kali pak Rizal Ramli mengatakan begitu ya, tapi ini tentu ya, silahkanlah itu domainnya pak Rizal dan tentu saya selaku ketua DPR, saya menghadapi pihak-pihak itu selalu hati-hati pak.
Moderator: pak Sudirman Said pernah lobi DPR gak pak untuk perpanjangan Freeport ini?
SN: ya kalo ngomong ya pasti lah pak, nanya ini, pak ketua gitu. Ha..ha.., ya kita juga, ya pak Sudirman kemaren saya ketemu, ya saya sampaikan yang tadinya sudah dimana, yang tadinya beliau berfikiran itu di Papua, sekarang beliau udah berfikiran juga, yah kalo memang itu secara baik, memang kesiapannya di Gresik gitu, presiden pasti pertimbangkan yah, jadi hal-hal itu, ya tentu kalo hal yang mentri nanya masa kita gak berikan jawaban.
Moderator: keterkaitan antara pak S ini pak Dirutnya Freeport dengan keterkaitan dengan pak Sudirman Said ni apa pak, sampe dia kasih ke pak Sudirman Said gitu rekaman itu gitu?
SN: saya juga, sampe sekarang saya belum tau ya, rekaman ini pak Arya ya, tapi yang jelas kalo saya liat dari beberapa transkip saya baca itu, ini ada yang dipenggal ini, ini saya rasa kan pak Arya gak tau, gimana ini depannya gak tau di belakangnya gimana gitu, kita tau tengah-tengahnya aja, tapi saya rasa ada yang, ya itu nanti lah kalo memang ada nanti bisa dilihat ya. Saya gak berani berandai-andai, saya persilahkan aja. Tapi yang jelas, ini publik ya tentu saya mohon betul-betul ya, saya juga minta maaf, sehingga ini sampe maslahnya jadi panjang, jadi membuat kegaduhan, saya mohon maaf betul-betul, tapi jelas saya tidak punya maksud gitu, niarlah nanti publik yang akan menilai, mana yang benar, mana yang gak benar, mana yang ini hal-hal yang ini. Tapi jelas, saya melakukan ini demi kebaikan kemudian bangsa dan Indonesia.
Moderator: apakah DPR ada berubah  kebijakan pak, setelah ada pertemuan bulan Juni itu, DPR tiba-tiba setuju Freeport atau apa gitu pak?
SN: yang di DPR pak, betul-betul saya sangat menghargai komisi 7 yah, temen-temen yang di DPR terus konsisten, betul-betul dia mengontrol, dia melaksanakan evaluasi, mengawasi pemerintah, sampe hari ini juga belum, dan selalu disampaikan itu pimpinan-pimpinan juga ya, kalau ketemu kadang-kadang juga kesini untuk menyampaikan. Ini pak ketua ini, cobalah ini bagaimana ini ada kejadian-kejadian ini kok ini dilakukan adanya masalah perpanjangan ekspor misalnya, ya temen-temen saya lihat pak Fadli Zon juga selalu menyampaikan itu, ini sebaiknya gak boleh gitu yah dilakukan karena ada beberapa perusahaan yang juga ada beberapa persen yang belum dieksor karena dengan hal-hal yang jenisnya bisa benar-benar bersamaan.
Moderator: oke, jadi DPR tetap konisten menolak devistasi dan menolak perpanjangan itu pak ya?
SN: masih
Moderator: masih konsisten ya? Jadi gak ada terpengaruh sama sekali pak?
SN: gak ada, presidenpun juga saya lihat masih melihat dalam koridor itu ya, saya lihat sih ya saya sangat menghargai presiden, ini wilayahnya daripada presiden. Toh pada nantinya, persetujuannya di DPR, masa saya harus ikut-ikut mencampuri itu kan gak perlu ya, tapi tentu kalau sebagai masukan-masukan ya kita ada keluhan dari masyarakat, ya tentu kita juga sampaikan ya, tapi wewenang itu adanya disana, jadi kita tidak ada, saya gak pernah janji-janji kepada pihak Freeport ya, karena itu masalah yang bukan domain saya gitu ya.
Moderator: jadi ini pak, cukup aneh juga sebenernya ni, yang inisiasi adalah Freeport pertemuan, kemudian yang kedua yang merekam Freeport, ya kan?, kemudian yang ketiga adalah pak Sudirman Saidnya yang  e.... apanya membuka itu, sebenarnya pak, pak Sudirman Said ini niatnya apa pak? Apakah memang ada niat untuk memperpanjang Freeport atau ada yang lain pak? Tapi kita lanjutkan setelah yang satu ini. Pemirsa, kita kembali setelah yang satu ini. 

iTalk Setya Novanto di iNews tv Segmen 3

Moderator: pemirsa, kita kembali bersama iTalk. Pak Setyanto, pak Sudirman Said ini, seperti tadi bahwa pak Sudirman itu kelihatan dari berbagai surat-suratnya juga ada dan dorong-dorangannya untuk memperpanjang Freeport, tiba-tiba sekarang ada rekaman yang direkam sendiri oleh Freport, kemudian juga ada bahwa pertemuannya adalah dilakukan oleh Freeport sendiri yang inisiatif, ini bapak melihat bahwa ada gak hubungannya, bahwa ini bapak mau diblackmil atau apa untuk memperpanjang Freeport?
SN: yang pertama memang saya merasakan itu denga adanya beredar ini akhirnya memberikan keyakinan kepada saya dan juga teman saya ini adanya suatu blackmil ya, dan yang kedua juga tentu masalah perpanjangan ini jelas bahwa kita tidak pernah menjanjikan adanya perpanjangan, karena perpanjangan ini adalah domain dari pemerintah, meskipun kita juga tidak setuju sebelum semuanya itu belum dilaksanakan oleh pihak Freeport itu sendiri, karena itulah kita percayakan kepada komisi 7 untuk mengadakan evaluasi, mengawasi, nah pimpinan juga selalu melihat kalau ini memang komisi 7 sudah begitu hati-hatinya, begitu mereka melihat bahwa ini adalah suatu yang mendasar ya, buat kepentingan bangsa Indonesia, devistasi belum dilakukan, smelther juga belum dilakukan, pasti ada alasan-alasan kepada pimpinan DPR untuk memberika sesuatu yang memang belum saatnya untuk bisa diperpanjang gitu, itu yang saya fikir itu, tapi ya kita lihat karena itu akan memberikan suatu rekomend kepada pemerintah, karena kita lihat pemerintah sendiri kenyataannya kan presiden belum juga mau memperpanjang ini gitu.
Moderator: apakah ada keluhan dari Freeport bahwa pemerintah menghambat proses perpanjangan ini, sehingga lapornya ke bapak gitu?
SN: saya melihat ya, kalo saya lihat tadi yang seperti awal ditanyakan itu kan ada beberapa yang pak Sudirman mohon maaf pak Ma’roef itu menyampaikan bahwa ini kalo tidak diselesaikan dalam bulan Juli (Juni) 2015 ini, kalo gak salah tanggal 5 ini kita kena Arbitrase Internasional.
Moderator: jadi ada ancaman dong pak terhadap pemerintah Indonesia ini kalo gak diperpanjang?
SN: yang jelas itu saya kefikiran itu, Arbitrase Internasional, emang itulah yang menjadi diskusi saya ya kepada teman saya ini, gimana ya ini kalo kena arbitrase gitu. Tapi kenyataannya kita tetep lewat saja, tidak memperpanjang itu juga, tidak ada arbitrase juga.
Moderator: dan DPR dianggap konsisten menolak itu juga gitu ya?
SN: tetep...tetep konsisten itu.
Moderator: dan di situ pak, di traskip juga dinyatakan bahwa bapak, atau Muhammad Reza mengatakan bahwa ada saham untuk PLTA dan sebagainya itu bagaimana pak?
SN: ini sebenernya, kalau saya lihat sih saya rasa bukan bidangnya daripada PLTA ya, lebih banyak ke properti gitu ya, tapi PLTA belum, saya lihat ya, jadi sebenarnya jog-jognya Muhammad Reza aja, karena kalau mereka sudah ada filling yang mungkin kalo dari omongannya Muhammad Reza itu memberikan nasehat saya ini, gua punya filling gak enak, jadi saya fikir ini, menurut saya, saya juga bingung juga, eh tau-tau ngomong soal saham Fre.. apa tuh e masalah power plan, saya bilang tuh wah saya juga kaget juga ini nanti, ya ini pembicaraan-pembicaraan saya lihat omongan-omongan yang menurut pendapat saya tidak serius pada waktu itu ya, di dalam masalah power plan itu ya, karena juga setelah kembali juga saya tanya. Power plan dimana lo? Saya bilang. Gua kaga ade power plan itu, ya harus diomongin apalagi gitu ha..ha...ha...
Moderator: oh jadi basa-basi pak ya?
SN: basa-basi itu...
Moderator: oke...oke... ini pak, pak Sudirman Said ini yang kita bingung juga adalah itu kan pertemuannya bulan Juni, rekamannya bulan Juni. Kenapa baru dibuka sekarang oleh pak Sudirman Said ya? Bulan November lo. Artinya ada jeda waktu yang hampir 5 bulan, hampir 5 bulan nih.
SN: haaa... (menghela nafas) saya juga gak tau ni pak Arya nih. Ini sesuatu yang artinya kecurigaan saya, kehati-hatian saya ini makin lama makin terwujud bahwa ee.... saya juga selalu bertanya-tanya nih sebenarnya ada masalah apa gitu lo, yang jelas saya tidak pernah menyampaikan masalah, oke kita pasti bisa perpanjang, bukan begitu ya, inilah menurut saya itu kenyataan yang tetep dipegang konsisten.
Moderator: apa karena ini ya, apa karena mau ada reshuflle pak, sehingga pak, pak Sudirman Said membukanya sekarang gitu?
SN: ha..ha..ha.. kalo itu pak Arya itu kan merupakan domainnya dan juga wewenang daripada presiden Jokowi ya.
Moderator: kan pak Sudirman Said tu ada bikin surat kepada karyawannya itu ya, kayak surat selamat tinggal atau apa gitu sebelum jadi, kayak seakan-akan bakal reshuffle dan sebagainya. Apakah ini cara pak Sudirman Said untuk bertahan dari reshuffle gitu pak?
SN: Wah, saya baru denger dari pak Aryaini malah ha..ha..
Moderator: bapak kan lebih tau dari saya gitu, makanya saya mau nanya, apakah ini ada hubungannya sebagai politikus kan bapak bisa lihat tuh, apakah sebenarnya ini jangan-jangan pertarungannya Sudirman Said untuk bertahan di reshufflenya pak Jokowi ini, apalagi dia bikin surat, mungkin dia punya filling bakal tidak jadi menteri lagi gitu?
SN: iya ini kan, udahlah ini presiden itu yang punya wewenang ya, jadi saya selalu nggak pernah mau mencampuri apa yang menjadi wewenangnya presiden ya, evaluasi presiden, tapi tentu antara, yang buat saya pak ya, antara DPR dengan pemerintah harus sama-sama kuat, sehingga perekonomian itu akan lebih baik, makanya kita tidak pernah kita hal-hal untuk mencampuri, kalau memfasilitasi itu tentu hal-hal yang untuk kepentingan bersama untuk kepentingan bangsa Indonesia dan untuk kesejahteraan rakyat ya. Kita dalam suatu yang global begini kita tentu, e... keadaan dunia, demikian kita harus hati-hati ya, kita bagaimana lah suasana ini jangan sampai gaduh, saya ini sebenarnya itu pak.
Moderator: nah itu yang kita bingung pak, karena bulan-bulannya itu juga dari aneh-aneh, itu bulan Juni kejadian dibuka sekarang ketika mau reshuffle, pak Joko...e.. apa pak Sudirman Said juga buat surat, katakan bakal mundur dari e...katakan ya, walaupun dikatakan itu hanya setiap tahun buat begitu, tapi kan dia baru setahun juga, dan kemudian juga, e...dan ini pak, kan ini Freeport ini Dirutnya kan e... ini ya, bahwa dia diangkat bulan Januari 2015, berarti setelah kabinet baru juga, artinya harus ada persetujuan dari pemerintah baru juga, dan kabarnya kan ini harus, e... menteri BUMN, e.. walaupun sahamnya Indonesia sedikit tapi dia, e... ada persetujuan apakah ada hubungannya dengan ibu Rini pak?
SN: ha..ha.. saya ini kalo soal masalah konspirasi atau masalah yang berkaitan dengan masalah pihak-pihak bu Rini atau pak Sudirman Said atau pak Marw atau yang lai-lain, saya bener-bener pak, boleh ditanya kepada pimpinan-pimpinan dan saya gak pernah mau ikut campur, masalah...masalah yang disebutkan oleh pak Arya, masalah konspirasi atau apa yang disebutkan, saya tidak mau ikut campur ke situ, karena saya...
Moderator: secara politikus kan bapak tau pak biasanya.
SN: ya yang penting saya ingin bahwa para menteri itu juga mempunyai kerjasama yang baik ya, dan juga mari kita sama-sama untuk menjadikan Indonesia itu lebih baik dan kuat antara pemerintah dan juga DPR itu mempunyai hubungan yang baik, itu juga buat DPR, kita harus menjaga marwah dan juga kewibawaan DPR ya. Dengan situasi sekarang ini tentu saya, tentu sangat prihatin, saya harapkan juga tentu DPR bisa mengcounter.
Moderator: tapi pak kegaduhan berangkat dari kabinet juga ini gimana ini ya? Bukan DPR yang bikin kegaduhan gitu.
SN: ya saya harapkan lah ini, antara menteri satu dengan menteri yang lain tentu saya harapkan itu bisa akur.
Moderator: bapak memang melihat bahwa gak ada keakuran dari masing-masing menteri ini?
SN: saya melihat, justru presiden ini, sekarang dengan wapres dengan pak Jusuf Kalla ini berusaha ini bersama-sama menteri ya, saya lihat dalam rapat-rapat yang, yang sudah bagus ya, terus ditingkatkan gitu ya, supaya suasananya juga dilihat dari mata di dunia, di luar negeri itu tetep kita bersatu gitu ya, kita harapannya itu gitu ya. Tidak ada suatu kegaduhan, karena kegaduhan itu sangat merugikan rakyat, ini rakyat ini kan melihat gitu, kita justru bagaimana memikirkan rakyat yang sekarang ini ada beberapa yang harus kita bangun, kita harus fikirkan SDM kita, kita bangun pertanian kita, itu harus kita fikirkan ya. Pengangguran kita ini juga sekarang ini kita mulai, ya dengan peraturan-peraturan yang ada dari presiden ini tentu juga ini bisa membantu sangat besar.
Moderator: atau ini adalah cara untuk menyingkirkan bapak dari ketua DPR gitu pak? Tapi kita lanjut setelah ini. Pemirsa kami akan kembali lagi setelah yang satu ini.

iTalk Setya Novanto di iNews tv Segmen 4

Moderator: pemirsa kita kembali lagi di iTalk. Pak Setyanto, apakah ini ada niat untuk menjatuhkan bapak jadi ketua DPR, apalagi bapak dilaporkan ke MKD, segala supaya nanti mungkin MKD nanti rekomendasinya ya ada kode etik lah yang diiniin, yang akhirnya bapak diminta mundur atau gimana, itu gimana pak?
SN: gini pak Arya. Kalau anggota DPR Republik Indonesia ini ada 560 anggota ya, jadi jabatan saya ini tentu jabatan amanah ya, yah saya rasa pak Arya bukan menanyakan kepada saya, tapi tanyakan saja langsung kepada anggota-anggota.
Moderator: kalo masih ini pak yah..terusin gitu.
SN: saya yang penting adalah bagaimana saya berusaha semaksimal mungkin, bahwa DPR ini bisa berwibawa, mempunyai marwah yang baik. Dan ini DPR ini harus betul-betul mewakili semua, dari semua partai-partai yang ada di sini ini kita bisa bersatu kompak, tidak ada KIH, tidak ada KMP tetapi yang ada adalah anggora DPR Republik Indonesia, kita harus kompak menghadapi situasi-situasi yang sekarang ini untuk kita bersama-sama membangun DPR itu lebih baik, karena kita sudah menuju ke parlemen modern yang semuanya bisa diakses, semua DPR yang sekarang ini kita ITnya sudah kita bisa melihat rekam jejak daripada anggota DPR udah bisa melihat. Kalo soal MKD menurut pendapat saya begini pak Arya, MKD itu sudah menjalankan fungsi dan tugasnya secara baik dan secara profesional, apa yang dilakukan ini adalah untuk menjaga marwah dan juga garda ke depan bagi kepentingan anggota DPR, saya meskipun pimpinan DPR tapi saya juga anggota DPR Republik Indonesia, tentu saya sangat menghargai, saya menghormati, sejak awal saya selalu mengatakan MKD ini harus kita jaga terus, mereka punya suatu aturan, punya tata tertib.
Moderator: jadi bapak akan terus ikuti proses aja ya pak ya?
SN: ya silahkan proses ini kan proses yang dilakukan oleh MKD, mudah-mudahan semuanya bisa dilakukan secara profesional, secara baik seperti yang sekarang ini, jadi ini tentu saya terima kasih kepada pihak-pihak yang menjabati MKD yang menjalankan fungsinya terus dengan perbaikan-perbaikan, adapun kekurangan-kekurangan terus kita berusaha memperbaiki.
Moderator: apa ini pak nggak ada usaha untuk menganggu Golkar gitu terus menerus, atau atau Golkar gak masuk aja pak kabinet gitu lo, supaya jangan diganggu-ganggu lagi gitu lo?
SN: kalau ini kan saya meskipun sebagai ketua DPR Republik Indonesia, saya juga dar kader partai Golkar ya, tentu sebagai kader partai Golkar saya tau betul bapak Abu Rizal Bakri menyampaikan bahwa tidak perlu harus masuk di kabinet itu, apa yang sudah disampaikan oleh bapak Abu Rizal Bakrie ya, tentu saya sangat menghormati, menghargai semua pihak, khususnya seluruh kader-kader Golkar di seluruh Indonesia, tentu dengan kejadian-kejadian ini tentu saya minta maaf kepada kader-kader yang ada di seluruh Indonesia pak Arya, mudah-mudahan semuanya bisa berjalan dengan lancar, tentu saya harus tabah menghadapi situasi yang demikian, yang selalu ada aja masalah-masalah yang timbul yang saya sendiri tidak tau harus berbuat bagaimana untuk kepentingan bangsa negara itu, saya selalu terus asah.
Moderator: itu bapak katanya ke Jokowi, ke JK, ke Bu Mega dan sebagainya itu dalam rangka apa pak?
SN: begini pak, saya kan akan mengawinkan anak saya itu tanggal 4 Desember pak akhirnya saya undang ha...ha...ha...nah nentu juga ini saya kan, inilah saya harus kulo nuwun lah kalau bahasa Jawanya, harus permisi lah, permisi ya saya juga main kepada presiden, saya nyampaikan undangan ya untuk menikahkan saya juga ke Jusuf Kalla, hari ini juga saya dengan pak Prabowo dan saya juga ke tempatnya pak Amin Rais ya, ya ini sebagai perwujudan hormat saya kepada senior-senior.
Moderator: jadi bukan lobi-lobi untuk ini pa ya?
SN: nggak, masa saya harus lobi-lobi hak demikian, karena saya terus berusaha semaksimal mungkinlah untuk kepentingan bangsa dan negara, kepentingan rakyat dan juga untuk kepentingan DPR supaya bisa berjalan dengan baik lah.
Moderator: jadi pak saya mau nanya juga, kalau bener lah nanti makin diperkirakan bahwa adalah blackmil, apakah bapak tidak akan melaporkan Sudirman Said ke pak Jokowi atau Freeport kemana gitu atau gimana pak?
SN: saya terus terang aja pak Arya, saya serahkan kebijaksanaan ini kepada pihak-pihak yang berwenang ya, artinya semuanya sampai saat ini saya belum kefikiran menuju kesana ya.
Moderator: karena pak, blackmail itu kalau terbukti blackmil itu, Freeport itu bisa kena ini ya peraturan FCPC ya.
SN: iyah, itu betul pak, karena itu peraturan point corruption dari practice .... memang aturan-aturan baku ya FCPA itu betul-betul hati-hati, tidak bisa itu melanggar, nanti Freeport yang ada di Amerika itu sebagai perusahaan asing itu, bahaya kalau sampe itu.
Moderator: iya itu, apalagi memang humasnya saya dengar kabar, udah menolak ya, udah menolak bahwa kabar itu tidak ada katanya.
SN: saya gak tau apakah ini apa, yang beredar ini apa ya, saya sendiri juga. Yang jelas apakah itu di cord pembicaraan-pembicaraan ditulis saya juga gak ngerti, tapi yang jelas ada beberapa hal yang tidak sempurna ya, jadi itu masih ada hal di depannya, di belakangnya masih ada beberapa yang kata-kata  yang saya dan, menurut saya itu inget sekali ya yang memang gak masuk disitu.
Moderator: iya pak, dengan ini apakah bapak semakin konsisten dengan menolak Freeport atau gimana?
SN: ya kita harus tetap itu kita percaya kepada pemerintah yang sedang terus mengkaji ini, ya tentu kita biarlah itu presiden dan juga wakil presiden melihat ini dengan masalah-masalah ini apa yang tentu harus mana yang bisa disetujui, mana yang harus tidak dan tentu DPR terus memantau ya, yang jelas sampai hari ini belum ada itu perpanjangan-perpanjangan yang pembicaraan antara secara resmi antara pihak DPR dan juga pemerintah untuk melakukan perpanjangan-perpanjangan ini secara tuntas itu belum ada gitu. Belum sampe ya sampai sekarang.
Moderator: sementeara dengan pak Sudirman Said ini dengan posisi seperti ini kan dianggap e.... sangat bersih dan sangat ingin membuka semua gitu, ini kan sementara di sisi lain juga bapak melihat bahwa ini adalah blackmail, kalau dia sampai membuat itu sebagai blackmail atau sebagai membuka ke publik kan artinya dia juga bisa me..... seperti ancaman-ancaman juga sebenarnya, atau juga untuk memperttahankan posisinya ini apakah bapak tidak akan ke Jokowi untuk komplain dan meminta pak Sudirman Said untuk mempertanggung jawabkannya atau gimana pak?
SN: iya saya percaya presiden yah khususnya sodara Jokowidodo pasti beliau itu sangat hati-hati menghadapi ini semua ya, karena persoalannya bukan hanya ini tapi ada persoalan-persoalan lain yang harus diselesaikan ya, tapi khusus ini saya yakin, sepanjang itu dengan dasar Undang-undang yang berlaku presiden pasti memberikan jalan yang terbaik buat bangsanya ya, tapi yang jelas pak, ini memang hal-hal ini kita harus tau bahwa ada beberapa yang harus diselesaikan oleh Freeport ini, yang pasti managementnya juga sudah menyiapkan dengan langkah-langkah apa di dalam penyiapan yang diinginkan oleh pemerintah ya, mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan sebaik-baiknya itu supaya persoalan ini bisa selesai dengan sebaik-baiknya.
Moderator: oke, terima kasih pak Setyanto sudah memperjelas kita proses-proses yang ada, tadi bapak mengatakan bahwa ada blackmail, mungkin blackmail, karena inisiatif pertemuan dari Freeportnya sendiri, kemudian juga mungkin ada keterkaitan blackmail ini terhadap perpanjangan Freeport gitu ya artinya mungkin sebuah ancaman mungkin bagi bapak atau ataupun apa namanya tekanan, supaya mendukung juga kebijakan perpanjangan ini dan juga pak Sudirman Said ini yang kita tau dia sudah e... apa, melihat ada ancang-ancang bakal ada reshuffle dan sebagainya, tapi kita akan membuat dan melihat ini dengan sama-sama dan kita lihatlah bagaimana hasil akhir kita bagaimana. Dan pemirsa terima kasih atas kebersamaan anda bersama iTalk. Saya Arya Sinulingga.

https://www.youtube.com/watch?v=29Bc_HBmE2c